<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="9078">
 <titleInfo>
  <title>Al-Maidah 51:</title>
  <subTitle>Satu Firman Beragam Penafsiran</subTitle>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>M. Quraish Shihab</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Additional Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Lentera Hati</publisher>
   <dateIssued>2019</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent></extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pada waktu yang belum lama berlalu, bangsa ini pernah gaduh oleh perdebatan seru yang nyaris melampaui bat$s menyangkut makna ayat 51 surah al-Maidah; sepenggal firman Tuhan yang mendadak jadi bahan perbincangan karena gesekan politik Satu suasana politik yang kurang kondusif untuk membincangkan ayat tersebut dalam semangat ilmiah.&#13;
&#13;
Dalam konteks penafsiran Al-Quran. seseorang sangat sulit menghindari pengaruh kecenderungan, latar belakang pendidikan, perkembangan keilmuan, dan kondisi sosial-budaya. kendati ia berusaha tampil seobjektif mungkin. Karena itu, hanya dari satu ayat, sangat mungkin muncul beragam penafsiran dan perbedaan pandangan, baik antarulama pada masa lampau maupun--apalagi--antara ulama masa lampau dan ulama masa kini. Lebih-lebih, karena memang Al-Ouran hammalah lilwujuh. Al-Quran sendiri dapat menampung beragam makna.&#13;
&#13;
Hal itu akan tampak jelas jika Anda melihat hasil penelusuran pandangan banyak penafsir menyangkut al-Maidah 51 sebagaimana dipaparkan dalam buku ini. Karya terbaru pakar tafsir kita, M. Qurai$h Shihab, ini menghidangkan pandangan empat puluh penafsir terkait al-Maidah 51. lalu mengulas dan menyimpulkan aneka hidangan pandangan tersebut dengan gaya khas Profesor Ouraish.&#13;
&#13;
Karya ini sengaja dihadirkan hari-hari ini ketika kegaduhan telah reda. ketika kondisi telah lebih jernih, sehingga diharapkan al-Maidah 51 dapat dibaca dengan pikiran tenang dan dikaji dengan semangat ilmiah agar permata dalam ayat ini dapat diraih. Selamat mengaji dan mengkaji.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Tafsir Al Qur\'an</topic>
 </subject>
 <classification>2X1.3</classification>
 <identifier type="isbn">9786027720879</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>2X1.3 SHI a</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002845.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X1.3 SHI a c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002845.2</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>2X1.3 SHI a c.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>al_maidah.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>9078</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-15 14:28:18</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2022-03-14 15:55:55</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>