<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="8610">
 <titleInfo>
  <title>Dimensi-Dimensi Pendidikan Karakter</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Saptono</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Erlangga</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text">Bahasa Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Sekolah dan Pendidikan Karakter. Modernisasi membawa perubahan fundamental pada banyak keluarga. Karena tuntutan pekerjaan dan kebutuhan hidup, kualitas interaksi antara orangtua dan anak menurun. Paradigma lama yang menyatakan bahwa keluarga adalah tempat terbaik untuk mengembangkan karakter anak mulai dipertanyakan. Oleh sebab itu, kini, peran sekolah dalam membentuk karakter anak menjadi penting. &quot;Pendidikan karakter adalah perihal menjadi sekolah karakter, tempat terbaik untuk menanam karakter,&quot; demikian ditegaskan Thomas Lickona, tokoh pendidikan karakter. Gagasannya mengenai penerapan pendidikan karakter diterapkan di sekolah diuraikan dalam Dimensi-dimensi Pendidikan Karakter: Wawasan, Strategi, dan Langkah Praktis (Penerbit Erlangga, 2011). Sejumlah unsur pendidikan karakter di sekolah, seperti kualitas guru, pembelajaran kooperatif, pembelajaran reflektif, pendidikan komunikatif, dan intelegensi emosi dipaparkan dalam buku ini. Pembelajaran kooperatif merupakan pendekatan yang dianggap dapat merangsang anak untuk berpikir kritis, mengklarifikasi gagasan melalui diskusi, serta memicu terbentuknya mentalitas gotong royong dan seni hidup rukun dalam masyarakat (hal 67). Buku dengan tujuh bab ini merupakan afirmasi peran sekolah sebagai ujung tombak pendidikan karakter. Unsur pendidikan karakter yang dapat dilekatkan di sekolah menambah wawasan dalam upaya meningkatkan kualitas karakter anak, dan secara umum dalam upaya memperkuat karakter bangsa. (AEP/LITBANG KOMPAS)</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Pendidikan Karakter</topic>
 </subject>
 <classification>370</classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>370 SAP d c.</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002761.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>370 SAP d c.1</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002761.2</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>370 SAP d c.2</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>2016-02-15-dimensi-pendidikan-karakter.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>8610</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2021-12-03 10:45:04</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-12-10 10:55:01</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>