<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="6012">
 <titleInfo>
  <title>Literasi Media; Kesadaran Dan Analisis</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Herry Hermawan</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Yogyarta</placeTerm>
   <publisher>Calpulis</publisher>
   <dateIssued>2018</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>21 cm; 158 hal.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Kita dijenuhkan oleh pesan-pesan media yang menyerbu masuk ke dalam kehidupan kita. Pesan-pesan media telah memengaruhi perkembangan, dan memasuki kesadaran serta ketidaksadaran kita. Kita pun menerima pesan-pesan ini secara otomatik, tanpa memikirkan atau memperhatikannya secara sadar. Dalam keadaan berpikir otomatik upaya kita untuk menganalisis dan mengevaluasi pesan-pesan, sangat kurang. Selain itu, upaya untuk memperoleh banyak informasi untuk membuat interpretasi yang lebih akurat, juga menjadi sangat kurang. Semakin lama kita berada dalam keadaan berpikir otomatik, maka semakin kuat media mengondisikan kita untuk tetap berada dalam keadaan tidak berpikir, sehingga media bisa melanjutkan untuk memprogram atau mengarahkan agenda kita. Untuk membebaskan diri dari kebiasaan berpikir otomatik ini kita harus mengkritisi pesan-pesan media. Penggunaan media secara kritis merupakan aspek kunci literasi media. Melalui literasi media kita dapat memahami bagaimana teks media dirancang untuk mempengaruhi audiens, serta bagaimana teks ini mencerminkan perspektif dan para kreatornya. Oleh sebab itu, ketrampilan literasi media sangat penting dimiliki oleh setiap anggota masyarakat dari berbagai tatanan dan berbagai latar belakang, karena ia relevan untuk pertumbuhan kita sebagai manusia dan untuk kehidupan yang baik.&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Literasi Media</topic>
 </subject>
 <classification>302.2</classification>
 <identifier type="isbn">9786026576361</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan Fakultas  Ushuluddin &amp; Dakwah Open Source Library Management System</physicalLocation>
  <shelfLocator>302.2 HER l</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002388.1</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 HER l</shelfLocator>
   </copyInformation>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">B002388.2</numerationAndChronology>
    <sublocation>PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH</sublocation>
    <shelfLocator>302.2 HER l</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>6012</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2020-07-24 11:32:49</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-09-21 14:56:16</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>