Image of Konsep Unggah – Ungguh Dalam Serat Salokatama Karya K.G.P.A.A. Mangkunegara Iv Prespektif Etika Jawa Franz Magnis Suseno

AQIDAH DAN FILSAFAT ISLAM

Konsep Unggah – Ungguh Dalam Serat Salokatama Karya K.G.P.A.A. Mangkunegara Iv Prespektif Etika Jawa Franz Magnis Suseno



Lahir dari tradisi intelektual sastra Jawa klasik. KGPAA
Mangkunegara IV sebagai pujangga sekaligus penguasa Kadipaten
Mangkunegaran menulis Serat Salokatama bukan untuk putra-putrinya,
melainkan sebagai wujud kepeduliannya terhadap warga-kawulanya khusunya
pemuda mangkunegaran yang menunjukkan perilaku tidak sewajarnya. Sebagai
palawanganing pepadang (pintu pencerahan), ia mengajarkan perumpamaan
perumpamaan ajaran kehidupan yang mendalam melalui teks singkat namun
sarat makna. Unggah-ungguh yang termuat dalam Serat Salokatama bukan
sekadar aturan kesopanan, melainkan sistem etika utuh yang berakar pada budi
pekerti dan pengendalian diri. Penelitian ini terdapat pokok masalah yang
mencangkup, (1) bagaimana konsep unggah-ungguh dalam Serat Salokatama
perspektif
etika
Jawa Franz Magnis-Suseno ? (2) bagaimana
kontekstualisasinya bagi Generasi Z ? Tentunya penelitian ini juga mencangkup
2 tujuan penelitian yaitu (1) Mendeskripsikan konsep unggah-ungguh dalam
Serat Salokatama perspektif etika Jawa Franz Magnis-Suseno.
(2) Mendeskripsikan konsep unggah-ungguh dalam Serat Salokatama
perspektif etika Jawa Franz Magnis-Suseno kontekstualisasinya bagi Generasi
Z
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research).
Sumber primer di ambil dari Serat Salokatama dan Buku Etika Jawa Franz
Magnis Suseno dan data sekunder diambil dari beragai referensi seperti buku,
jurnal, artikel yang relevan dengan kajian ini sehingga semakin memperkuat
data yang dikaji. Metode analisis data pada penelitian ni mencangkup Analisis
Deskriptif, Analisis Verstehen dan Analisis Interpretasi
. Hasil penelitian membuktikan yakni (1) konsep unggah-ungguh dalam
Serat Salokatama merupakan manifestasi dari prinsip rukun dan hormat yang
berakar pada pengelolaan batin terhadap pamrih, isin, dan sungkan
sebagaimana dijelaskan Franz Magnis-Suseno. (2) Kontekstualisai bagi
Generasi Z, nilai-nilai luhur ini tidak hilang, melainkan mengalami
rekontekstualisasi yang dinamis dan adaptif sesuai perkembangan zaman.
Kata kunci: Tembang Mijil, Serat Salaoktama, Unggah Ungguh, Etika Jawa


Ketersediaan

SK202610036.12x3 MAU k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x3 MAU k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
126 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x3 MAU k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.