Image of HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI INKLUSI DI KOTA TANGERANG

PSIKOLOGI ISLAM

HUBUNGAN IKLIM ORGANISASI DAN WORK ENGAGEMENT TERHADAP ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR PADA GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI INKLUSI DI KOTA TANGERANG



Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara tingginya persepsi
Iklim Organisasi yang positif dan Work Engagement pada guru di sekolah inklusi,
namun perilaku sukarela atau Organizational Citizenship Behavior (OCB) yang
ditunjukkan masih cenderung rendah dan transaksional. Padahal, perilaku
Organizational Citizenship Behavior menjadi kapasitas strategis bagi sekolah
inklusi mengingat kompleksitas beban tugas ganda yang dihadapi guru. Oleh karena
itu, penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris hubungan antara Iklim
Organisasi dan Work Engagement terhadap Organizational Citizenship Behavior
pada guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) penyelenggara pendidikan
inklusi di Kota Tangerang.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Sampel penelitian
berjumlah 147 guru yang diambil dari SMPN 25, 26, 28, dan 32 Kota Tangerang
dengan menggunakan teknik cluster sampling. Instrumen penelitian yang
digunakan mencakup skala Organizational Citizenship Behavior, skala Iklim
Organisasi, dan skala Work Engagement. Hasil uji reliabilitas menggunakan
McDonald’s Omega menunjukkan bahwa skala OCB memiliki koefisien
McDonald’s Omega = 0,885, skala Iklim Organisasi McDonald’s Omega = 0,938,
dan skala Work Engagement McDonald’s Omega = 0,934, yang mengindikasikan
bahwa seluruh instrumen memiliki tingkat reliabilitas yang sangat baik dan layak
digunakan.

Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa Iklim Organisasi dan
Work Engagement secara bersama-sama memiliki hubungan yang positif dan
signifikan terhadap OCB (F = 267,405; p = 0,000), dengan total sumbangan efektif
sebesar 78,8%. Masing-masing variabel secara terpisah juga memiliki hubungan
positif yang signifikan terhadap OCB, dengan Iklim Organisasi memperoleh nilai
(t = 6,794; p = 0,000) dan Work Engagement memperoleh nilai (t = 5,288; p =
0,000). Berdasarkan analisis sumbangan efektif, Iklim Organisasi terbukti menjadi
prediktor yang lebih dominan dalam memengaruhi OCB dengan kontribusi sebesar
44,72%, dibandingkan Work Engagement yang memberikan sumbangan sebesar
34,08%. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pihak
sekolah dan Dinas Pendidikan untuk merancang program yang berfokus pada
penciptaan iklim kerja suportif dan penguatan keterikatan kerja guna meningkatkan
perilaku sukarela guru di sekolah inklusi.

Kata Kunci: iklim organisasi, work engagement, organizational citizenship
behavior, guru inklusi.


Ketersediaan

SK202670137.12x7.150 PRA h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 PRA h c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
210 hlm, 30 cm.
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 PRA h c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.