PSIKOLOGI ISLAM
Altruisme Sebagai Mediator Antara Kebersyukuran Terhadap Subjective Well-Being Pada Karyawan Dinas Sosial Eks-Karesidenan Surakarta
Subjective well-being pada karyawan Dinas Sosial menjadi isu penting
karena mereka menghadapi beban kerja tinggi, tekanan emosional, serta tuntutan
pelayanan sosial yang berkelanjutan, sehingga berisiko mengalami penurunan
kesejahteraan psikologis. Meskipun kebersyukuran dipandang dapat meningkatkan
subjective well-being, hasil studi pendahuluan menunjukkan masih terdapat
karyawan dengan tingkat subjective well-being, kebersyukuran, dan perilaku altruis
yang rendah. Penelitian sebelumnya lebih banyak dilakukan pada mahasiswa,
remaja, atau pekerja umum, serta umumnya hanya berfokus pada hubungan
langsung kebersyukuran dan subjective well-being tanpa menguji peran variabel
mediator. Kondisi ini menunjukkan adanya empirical gap, contextual gap, dan
theoretical gap, khususnya pada karyawan Dinas Sosial. Oleh karena itu, penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersyukuran dengan subjective
well-being serta menguji peran perilaku altruis sebagai mediator pada karyawan
Dinas Sosial eks-Karesidenan Surakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain regresi dan
analisis mediasi. Populasi penelitian adalah karyawan aktif di Dinas Sosial Kota
Surakarta dan Kabupaten Wonogiri, dengan jumlah sampel sebanyak 113
responden yang diperoleh melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan
menggunakan skala Likert untuk mengukur kebersyukuran, subjective well-being,
dan perilaku altruis. Adapun instrumen penelitian berupa skala psikologis hasil
modifikasi untuk mengukur kebersyukuran, subjective well-being, dan perilaku
altruis. Uji instrumen dilakukan melalui uji validitas, daya beda item, dan
reliabilitas, sedangkan uji asumsi meliputi uji normalitas, multikolinearitas, dan
heteroskedastisitas. Uji hipotesis dilakukan menggunakan analisis mediasi
PROCESS Model 4 oleh Hayes dengan bantuan SPSS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersyukuran memiliki hubungan
positif dan signifikan dengan perilaku altruis (B = 0,3571; p = 0,000) serta
subjective well-being (B = 0,4767; p = 0,000). Namun, ketika kebersyukuran dan
perilaku altruis diuji secara bersamaan terhadap subjective well-being,
kebersyukuran tetap menunjukkan hubungan yang signifikan, sedangkan perilaku
altruis tidak memiliki hubungan yang signifikan (B = -0,0151; p = 0,563), sehingga
tidak dapat berperan sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Hal ini diperkuat
oleh hasil uji efek tidak langsung yang menunjukkan bahwa interval kepercayaan
melintasi nol (BootLLCI = -0,0726; BootULCI = 0,0620). Dengan demikian, dapat
disimpulkan bahwa kebersyukuran berhubungan positif dan signifikan dengan
subjective well-being secara langsung tanpa melalui perantara perilaku altruis.
Kata kunci: kebersyukuran, subjective well-being, perilaku altruis, karyawan
Ketersediaan
| SK202670134.1 | 2x7.150 FAT a c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 FAT a c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
177 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 FAT a c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Annisa Nuur Fathimah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






