PSIKOLOGI ISLAM
Emotional Maturity pada Laki-Laki Muslim Dewasa Awal dengan Pengalaman Disfungsi Peran Ayah
Disfungsi peran ayah merupakan kondisi ketika ayah tidak menjalankan perannya
secara optimal dalam keluarga, baik secara emosional, finansial, maupun
pengasuhan. Kondisi ini dapat berdampak pada perkembangan emosional anak,
khususnya dalam pembentukan emotional maturity. Laki-laki muslim dewasa awal
dipilih karena pada fase ini individu dihadapkan pada berbagai tugas
perkembangan, seperti membangun identitas diri, menjalin relasi yang lebih
matang, serta mengambil keputusan secara mandiri. Pengalaman disfungsi peran
ayah berpotensi memengaruhi kemampuan individu dalam memahami diri,
mengelola emosi, dan menjalankan tugas perkembangan tersebut. Penelitian ini
bertujuan untuk mengeksplorasi emotional maturity pada laki-laki muslim dewasa
awal dengan pengalaman disfungsi peran ayah.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Interpretative
Phenomenological Analysis (IPA). Informan dalam penelitian ini berjumlah tiga
orang laki-laki muslim dewasa awal berusia 20–25 tahun yang memiliki
pengalaman disfungsi peran ayah. Teknik pengumpulan data menggunakan
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan
langkah-langkah IPA yang meliputi membaca dan membaca ulang transkrip,
pencatatan awal (initial noting), pengembangan tema emergen, pencarian hubungan
antartema, analisis kasus berikutnya, serta identifikasi pola antar kasus untuk
memperoleh pemahaman mendalam mengenai makna pengalaman partisipan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa emotional maturity pada ketiga informan
terbentuk melalui interaksi antara pengalaman relasi keluarga, strategi coping, dan
tuntutan kemandirian. Berdasarkan aspek emotional maturity, yaitu kontrol emosi,
pemahaman diri, dan fungsi kritis mental, ketiga informan menunjukkan dinamika
yang berbeda. Informan MUF cenderung menekan emosi dan masih ragu dalam
pengambilan keputusan. Informan NDM menunjukkan kemandirian tinggi namun
bersifat defensif dan menjaga jarak emosional. Sementara itu, informan LF
menunjukkan regulasi emosi yang lebih adaptif, pemahaman diri yang baik, serta
pengambilan keputusan yang reflektif.
Kata Kunci: emotional maturity, disfungsi peran ayah, laki-laki muslim, dewasa
awal
Ketersediaan
| SK202670128.1 | 2x7.150 FAD e c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 FAD e c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
212 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 FAD e c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Devi Nur Fadilah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






