Image of Makna Qanaah dalam Menjalani Peran sebagai Orang Tua Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)

PSIKOLOGI ISLAM

Makna Qanaah dalam Menjalani Peran sebagai Orang Tua Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD)



Orang tua anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) menghadapi tekanan
emosional, sosial, dan spiritual dalam menjalani pengasuhan, sehingga memerlukan
ketahanan batin untuk menerima kondisi anak. Salah satu nilai spiritual yang
berperan dalam proses tersebut adalah qanaah, yaitu penerimaan sadar terhadap
ketentuan Allah yang disertai usaha berkelanjutan. Dalam konteks pengasuhan anak
dengan ASD, qanaah digunakan sebagai landasan dalam membentuk sikap
penerimaan dan ketenangan batin orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk
mengeksplorasi makna qanaah berdasarkan pengalaman hidup orang tua anak
dengan ASD.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis yang
dilaksanakan di UPTD PLDPI Kota Surakarta. Informan penelitian berjumlah tujuh
orang, terdiri atas empat orang tua sebagai informan utama dan tiga terapis sebagai
informan pendukung, yang dipilih secara purposive. Kriteria informan utama
meliputi orang tua kandung anak dengan ASD, beragama Islam, memiliki
pengalaman pengasuhan minimal dua tahun, serta anak telah mengikuti layanan di
UPTD PLDPI minimal satu periode. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara semi-terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi. Keabsahan
data dijaga melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu, serta member checking,
sedangkan analisis data dilakukan melalui tahapan Interpretative
Phenomenological Analysis (IPA).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa qanaah dimaknai sebagai penerimaan
aktif yang berkembang secara bertahap, diawali dari penolakan, kesedihan, dan
kebingungan saat mengetahui kondisi anak, kemudian berlanjut pada upaya
memahami dan menerima kondisi tersebut hingga memaknai anak sebagai amanah
dari Allah SWT. Penerimaan yang awalnya bersifat terpaksa berkembang menjadi
penerimaan yang lebih utuh seiring kemampuan orang tua dalam mengelola emosi,
sehingga tumbuh sikap sabar dan ikhlas yang menghadirkan ketenangan batin.
Qanaah juga tercermin dalam keseimbangan antara ikhtiar dan tawakal, di mana
orang tua tetap berupaya mendukung perkembangan anak melalui berbagai
intervensi, sekaligus menyerahkan hasil kepada Allah SWT. Proses ini diperkuat
oleh praktik keagamaan dan dukungan sosial, sehingga membantu orang tua
menjalani pengasuhan secara lebih tenang dan bermakna. Temuan ini menegaskan
bahwa qanaah tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penerimaan, tetapi juga sebagai
kekuatan psikologis dan spiritual yang membantu orang tua menjalani pengasuhan
secara lebih adaptif dan bermakna.

Kata kunci: Anak dengan ASD, Orang Tua, Qanaah


Ketersediaan

SK202670113.12x7.150 SUB m c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 SUB m c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
271 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 SUB m c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.