PSIKOLOGI ISLAM
Eksplorasi Religiusitas Sebagai Faktor Protektif Ketahanan Keluarga Pada Ibu Dewasa Awal Yang Menjalani Long Distance Marriage (LDM)
Ketahanan keluarga merupakan kondisi ideal yang diharapkan terwujud
dalam setiap keluarga, termasuk keluarga yang menjalani Long Distance Marriage
(LDM). Keluarga dengan LDM rentan menghadapi tekanan emosional,
keterbatasan peran, dan dinamika relasi yang kompleks sehingga berdampak pada
ibu dewasa awal yang menjalankan peran sebagai istri, ibu, dan pengelola rumah
tangga secara mandiri tanpa kehadiran pasangan. Kondisi ini menunjukkan
pentingnya sumber daya internal berupa religiusitas dalam menjaga
keberlangsungan hubungan dan ketahanan keluarga selama menjalani LDM.
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi religiusitas sebagai faktor protektif dalam
menjaga ketahanan keluarga pada ibu dewasa awal yang menjalani Long Distance
Marriage (LDM), mencakup cara individu memaknai, menghayati, dan
mengaplikasikan religiusitas dalam menghadapi berbagai tantangan selama
menjalani LDM.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologis.
Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota
Surakarta dengan melibatkan tiga informan ibu dewasa awal yang menjalani LDM
minimal lima tahun, beragama Islam, dan memiliki anak. Data dikumpulkan
melalui wawancara semi terstruktur, observasi nonpartisipan, dan dokumentasi.
Keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber, triangulasi metode, dan member
check. Analisis data menggunakan teknik IPA yang dikembangkan oleh Smith,
Flowers, dan Larkin (2021), meliputi pembacaan berulang transkrip wawancara,
pencatatan catatan awal, pengidentifikasian tema emergen pada setiap informan,
hingga penyusunan tema subordinat dan superordinat yang mencerminkan tema
bersama yang muncul lintas kasus.
Hasil penelitian menghasilkan empat tema superordinat, yaitu regulasi
emosi berbasis religiusitas, penerimaan dan makna religiusitas, strategi ketahanan
hubungan, serta religiusitas sebagai landasan hidup. Temuan menunjukkan bahwa
religiusitas tidak hanya berfungsi sebagai praktik keagamaan atau kewajiban
spiritual semata, melainkan berperan sebagai mekanisme koping yang aktif dan
faktor protektif relasional. Religiusitas membantu mengelola emosi negatif,
menerima kondisi LDM sebagai bagian dari ketetapan Tuhan, membangun strategi
komunikasi dan adaptasi dalam hubungan, serta menjadi pedoman dalam menjalani
peran ganda sebagai istri dan ibu. Temuan ini berkontribusi pada pengembangan
kajian religiusitas sebagai faktor protektif yang bekerja tidak hanya pada level
individual, tetapi juga pada level relasional dalam menjaga ketahanan keluarga
yang menjalani LDM.
Kata Kunci: Religiusitas, Ketahanan Keluarga, Ibu Dewasa Awal, Long Distance
Marriage
Ketersediaan
| SK202670111.1 | 2x7.150 KAS e c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 KAS e c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
231 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 KAS e c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Syafira Kasmarantika
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






