PSIKOLOGI ISLAM
Pemaknaan Qana’ah pada Mahasiswa Rantau dengan Ketergantungan Finansial terhadap Keluarga
Mahasiswa rantau yang masih bergantung secara finansial kepada keluarga
rentan menghadapi berbagai tekanan psikologis selama menjalani kehidupan di
perantauan, seperti kekhawatiran menjadi beban keluarga, kecemasan finansial,
serta tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Sebagian
mahasiswa mampu memaknai keterbatasan tersebut secara lebih positif melalui
sikap menerima, bersyukur, dan merasa cukup terhadap kondisi yang dimiliki, yang
dalam psikologi Islam berkaitan dengan konsep qana'ah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengeksplorasi pemaknaan qana'ah pada mahasiswa rantau yang masih
bergantung secara finansial kepada keluarga.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif fenomenologi. Informan
berjumlah empat orang mahasiswa rantau berjenis kelamin perempuan dengan
rentang usia 21–23 tahun dari empat perguruan tinggi di wilayah Solo Raya yang
masih bergantung secara finansial kepada keluarga, dipilih menggunakan teknik
purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi,
dan wawancara dengan significant other untuk memperkuat data penelitian. Data
dianalisis menggunakan analisis interaktif Miles dan Huberman (2014) yang
meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa qana’ah pada mahasiswa rantau yang
masih bergantung secara finansial kepada keluarga dimaknai sebagai kemampuan
menerima keterbatasan ekonomi, memandang kecukupan melalui terpenuhinya
kebutuhan dasar, serta tetap berusaha menjalani kehidupan secara seimbang tanpa
terbebani secara berlebihan oleh kondisi finansial yang dimiliki. Pemaknaan
tersebut terbentuk melalui pengalaman hidup dalam keterbatasan finansial,
dukungan keluarga dan lingkungan sosial, serta nilai-nilai religius yang dimiliki
informan. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa qana’ah berfungsi sebagai
sumber ketahanan psikologis yang membantu mahasiswa mengelola tekanan akibat
ketergantungan finansial, mengurangi kecemasan terhadap kondisi ekonomi dan
masa depan, serta mempertahankan ketenangan batin selama menjalani kehidupan
di perantauan. Implikasi praktis penelitian ini menunjukkan pentingnya
pengembangan nilai qana’ah sebagai strategi adaptif untuk menjaga kesejahteraan
psikologis mahasiswa rantau yang masih bergantung secara finansial kepada
keluarga.
Kata kunci: qana’ah, mahasiswa rantau, ketergantungan finansial, psikologi islam.
Ketersediaan
| SK202670095.1 | 2x7.150 MUS p c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 MUS p c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
262 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 MUS p c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Arifatu Nuzul Qodziy Mushidqi
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






