PSIKOLOGI ISLAM
SELF AWARENESS SEBAGAI KHALIFAH FILL ARDH PADA AKTIFIS MUSLIM PRO LINGKUNGAN
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya permasalahan lingkungan
yang menuntut adanya kesadaran manusia dalam menjaga dan melestarikan alam.
Dalam perspektif Islam, manusia memiliki peran sebagai khalifah fil ardh, yaitu
pemimpin dan penjaga bumi yang bertanggung jawab terhadap keberlanjutan
lingkungan. Kesadaran terhadap peran tersebut dapat diwujudkan melalui selfawareness
atau kesadaran diri, yaitu kemampuan individu untuk memahami
pikiran, perasaan, serta tindakannya sesuai dengan nilai yang diyakini. Penelitian
ini bertujuan untuk memahami gambaran self-awareness sebagai khalifah fil ardh
pada aktivis Muslim pro-lingkungan di Lombok.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Penelitian dilakukan di Lombok dengan melibatkan tiga informan
utama yang merupakan aktivis Muslim pro-lingkungan serta tiga significant others
sebagai informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara
mendalam, observasi partisipan, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan
teknik fenomenologi Moustakas melalui tahapan horizontalizing, cluster of
meaning, textural description, structural description, dan essence description.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-awareness pada aktivis Muslim
pro-lingkungan terlihat melalui berbagai kegiatan positif dari perilaku yang mereka
lakukan, seperti meningkatnya kebersihan lingkungan sekitar, berkurangnya
penggunaan plastik sekali pakai, serta tumbuhnya kesadaran kolektif di masyarakat
untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Selain itu, aktivitas seperti clean up,
penanaman mangrove, dan edukasi lingkungan memberikan kontribusi nyata dalam
menjaga kelestarian alam serta mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah
yang lebih ramah lingkungan. Dampak positif tersebut kemudian berakar pada
kesadaran diri sebagai khalifah fil ardh, yang terbentuk melalui pengalaman
pribadi, nilai-nilai Islam, pendidikan lingkungan, serta keterlibatan dalam
komunitas ekologis. Ketiga informan menunjukkan bahwa kesadaran tersebut tidak
hanya bersifat kognitif, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata yang
konsisten. Dukungan lingkungan sosial dan komunitas turut memperkuat
konsistensi perilaku pro-lingkungan para informan.
Kata Kunci: Kesadaran, Pemimpin, Aktivis Muslim, Pro-Lingkungan,
Psikologi Islam
Ketersediaan
| SK202670088.1 | 2x7.150 SOF s c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 SOF s c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
178 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 SOF s c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Felicia Sofia
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






