PSIKOLOGI ISLAM
Dinamika Ikhlas Dalam Penerimaan Diri Remaja Muslim Dengan Disabilitas Fisik
Remaja penyandang disabilitas fisik seringkali menghadapi tekanan
psikologis dan stigma sosial yang menghambat proses penerimaan diri. Kondisi
tersebut mendorong perlunya sumber kekuatan batin yang tidak hanya bersifat
psikologis, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai spiritual. Ikhlas sebagai, konstruk
spiritual dalam islam berperan dalam membantu individu menerima kondisinya dan
menjalani kehidupan dengan lebih bermakna. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan dinamika Ikhlas dalam proses penerimaan diri pada remaja
muslim penyandang disabilitas fisik.
Penelitian ini menggunkan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus
yang dilaksanakan di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Surakarta. Informan
penelitian terdiri dari dua remaja penyandang disabilitas fisik sebagai Informan
utama dan tiga Informan pendukung, yaitu guru dan ibu pendamping yang
diperoleh melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui
wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan dokumentasi.
Kredibilitas data dijaga melalui triangulasi sumber dan triangulasi waktu. Analisis
menggunakan teknik studi kasus dari Robert K. Yin (2009), meliputi perjodohan
pola, eksplanasi data, dan analisis deret waktu.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses terbentuknya Ikhlas
berlangsung melalui tiga fase. Pertama, fase distress awal yang ditandai dengan
penolakan diri, pengalaman penolakan dari teman sebaya (peer rejection) dan
perasaan rendah diri. Kedua, fase titik balik (turning point), yang dipengaruhi oleh
kesadaran akan potensi diri, pemahaman nilai-nilai keagamaan, dukungan sosial,
serta proses restrukturisasi kognitif yang mendoronng individu membangun cara
pendang lebih positif terhadap kondisinya. Ketiga, fase manifestasi Ikhlas yang
ditunjukkan melalui kemampuannya meregulasi emosi, dengan, menerima semua
tercermin dari kemampuan meregulasi emosi, penerimaan terhadap ketetapan
Allah, orientasi masa depan yang optimis, dan keterlibatan sosial yang lebih aktif.
Temuan ini menunjukkan bahwa Ikhlas merupakan mekanisme coping religius
yang berkembang secara bertahap dan berperan dalam mendukung penerimaan diri
pada remaja penyandang disabilitas fisik.
Kata kunci: Ikhlas, penerimaan diri, remaja muslim, disabilitas fisik
kongenital,studi kasus.
Ketersediaan
| SK202670086.1 | 2x7.150 LUT d c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 LUT d c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
222 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 LUT d c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Clarisa Lutviatuz Zahro
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






