Image of Gambaran Subjective Well-Being Penyandang Disabilitas Fisik (Studi Fenomenologi yang menjalani terapi musik di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta)

PSIKOLOGI ISLAM

Gambaran Subjective Well-Being Penyandang Disabilitas Fisik (Studi Fenomenologi yang menjalani terapi musik di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso Surakarta)



Penyandang disabilitas fisik sering menghadapi tantangan dalam beradaptasi
dengan lingkungan serta berinteraksi dengan masyarakat. Sebagai kelompok yang
tergolong rentan, penyandang disabilitas kerap menghadapi berbagai bentuk
diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak-haknya, sehingga dapat mempengaruhi
kondisi subjective well-being mereka. Oleh karena itu, intervensi psikologis yang
sesuai untuk membantu membentuk subjective well-being penyandang disabilitas
fisik yaitu melalui terapi musik. Namun, penelitian sebelumnya lebih berfokus pada
pengukuran eksperimen melalui pendekatan kuantitatif, sehingga pengalaman
subjektif penyandang disabilitas fisik yang mengikuti terapi musik dalam
memaknai subjective well-being masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui gambaran subjective well-being penyandang
disabilitas fisik yang menjalani terapi musik di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso
Surakarta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi. Pengumpulan data ini dilakukan melalui wawancara, observasi, dan
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari tiga informan utama dengan
kriteria penyandang disabilitas disabilitas fisik usia 18-25 tahun dan tiga significant
others. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah IPA (Interpretative
Phenomenology Analysis) serta teknik keabsahan data yang digunakan yaitu
triangulasi sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjective well-being penyandang disabilitas
fisik terbentuk melalui pengalaman hidup yang dilalui meliputi pemaknaan diri
positif sebagai upaya penerimaan diri, peran dukungan sosial sebagai bentuk
penerimaan diri, evaluasi kehidupan dan harapan masa depan, serta peran terapi
musik dalam kesejahteraan psikologis. Temuan baru dalam penelitian ini adanya
bentuk dukungan sosial melalui komunitas difabel yang berpengaruh terhadap cara
pandang informan menjadi lebih bermakna dan positif. Selain itu, terdapat faktor
lain yaitu faktor resiliensi dan strategi coping. Resiliensi tercermin dari kemampuan
mereka untuk bertahan, beradaptasi, dan tetap memiliki harapan terhadap masa
depan meskipun dengan keterbatasan. Sementara itu, strategi coping yang
digunakan seperti pendekatan spiritual, kegiatan positif, dan pemaknaan positif
membantu informan dalam menjaga kestabilan emosi mereka. Dengan demikian,
subjective well-being penyandang disabilitas fisik yang menjalani terapi musik
ditandai oleh dominasi emosi positif, meningkatnya kepuasan hidup, penerimaan
diri, serta dukungan sosial.

Kata kunci: Subjective well-being, Penyandang Disabillitas Fisik, Terapi Musik


Ketersediaan

SK202670078.12x7.150 PUS g c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 PUS g c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
265 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 PUS g c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.