PSIKOLOGI ISLAM
Perilaku Prososial Siswa Reguler terhadap Siswa Berkebutuhan Khusus di Sekolah Inklusi
Sekolah inklusi merupakan sekolah yang menggabungkan antara siswa
reguler maupun siswa dengan berkebutuhan khusus. Keberadaan siswa reguler di
sekolah inklusi memiliki peranan yang penting karena dapat membantu siswa
berkebutuhan khusus untuk bersosialisasi dan berinteraksi secara positif di
lingkungan sekolah. Perilaku prososial merupakan salah satu perilaku yang perlu
ditanamkan oleh siswa reguler di sekolah inklusi agar terjalin hubungan yang positif
antara siswa reguler dan siswa berkebutuhan khusus. Tujuan dari dilakukannya
penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran perilaku prososial siswa reguler
terhadap siswa berkebutuhan khusus di sekolah inklusi.
Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Informan penelitian ini sebanyak tiga siswa reguler dengan kriteria informan yaitu
siswa reguler yang berada di kelas yang sama dengan siswa berkebutuhan khusus,
berusia 13-15 tahun, duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, tidak memiliki
latar belakang keluarga berkebutuhan khusus, dan bersedia menjadi informan
secara suka rela. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara semi terstruktur,
dan observasi non-partisipan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber.
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data dari Miles dan
Hubberman (2014) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku prososial dilakukan dalam
berbagai bentuk seperti berbagi, kerja sama, menolong, kepedulian, dan kejujuran.
Penerimaan terhadap siswa berkebutuhan khusus dan interaksi sosial yang positif
mendorong terjadinya perilaku prososial yang dilakukan oleh siswa reguler.
Perilaku prososial memberikan manfaat yang positif bagi siswa reguler yaitu rasa
senang ketika berbagi, menolong, dan bekerja sama dengan siswa berkebutuhan
khusus. Selain itu, hambatan juga muncul pada siswa reguler ketika berinteraksi
dengan siswa berkebutuhan khusus yaitu kesulitan dalam menyampaikan informasi
agar dapat dipahami oleh siswa berkebutuhan khusus, munculnya rasa kesal ketika
bekerja sama, dan selektivitas dalam berinteraksi yang dipengaruhi oleh
pengalaman kurang menyenangkan. Hambatan tersebut dapat dilalui dengan
kehadiran guru pendamping khusus di dalam kelas. Pengalaman sebelumnya dalam
berinteraksi dengan siswa berkebutuhan khusus turut mempengaruhi bagaimana
siswa reguler bersikap dengan siswa berkebutuhan khusus.
Kata Kunci: perilaku prososial, siswa reguler, sekolah inklusi
Ketersediaan
| SK202670059.1 | 2x7.150 RAH p c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.150 RAH p c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
174hlm, 30cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.150 RAH p c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Nadhifatur Rahmah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






