Image of Tingkat Asertivitas Remaja Putri Fatherless di Desa Walen

PSIKOLOGI ISLAM

Tingkat Asertivitas Remaja Putri Fatherless di Desa Walen



Fenomena fatherless pada remaja putri menjadi salah satu permasalahan
psikologis yang dapat memengaruhi perkembangan emosi, kepercayaan diri, dan
kemampuan interpersonal, termasuk perilaku asertif. Ketidakhadiran ayah, baik
karena perceraian, kematian, maupun tuntutan pekerjaan, sering kali
menyebabkan remaja mengalami kesulitan dalam mengekspresikan perasaan,
menyampaikan pendapat, serta mempertahankan hak pribadinya. Penelitian ini
bertujuan untuk mendeskripsikan asertivitas remaja putri fatherless di Desa Walen
serta mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi hal tersebut.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
studi kasus. Informan penelitian terdiri dari tiga remaja putri yang mengalami
kondisi fatherless dengan latar belakang berbeda, yaitu kehilangan ayah karena
perceraian, kematian, dan ketidakhadiran ayah akibat bekerja jauh. Karakteristik
informan dipilih berdasarkan pengalaman fatherless yang dialami serta
kemampuan memberikan informasi terkait perilaku asertivitas dalam kehidupan
sehari-hari. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif,
wawancara mendalam, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi teknik untuk memastikan data yang diperoleh
sesuai dengan kondisi sebenarnya. Data penelitian dianalisis secara tematik guna
memahami variasi asertivitas dan faktor-faktor yang memengaruhinya.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan asertivitas pada masingmasing
subjek. Subjek AK yang mengalami fatherless akibat perceraian mampu
menyampaikan pendapat secara tegas, menolak permintaan yang tidak sesuai
dengan keinginannya, serta menghadapi konflik secara langsung tanpa
menghindarinya. Subjek AY yang kehilangan ayah karena kematian menunjukkan
kemampuan untuk mengungkapkan perasaan dan mempertahankan hak
pribadinya, meskipun pada situasi tertentu, terutama dalam forum formal atau
kelompok besar, masih terlihat keraguan dalam menyampaikan pendapat. Berbeda
dengan kedua subjek tersebut, subjek YS yang mengalami fatherless karena ayah
bekerja jauh lebih sering menahan pendapat, cenderung mengikuti keputusan
orang lain, dan memilih menghindari penyampaian ketidaksetujuan secara terbuka.
Perbedaan karakteristik asertivitas pada ketiga subjek tersebut dipengaruhi oleh
pengalaman fatherless yang dialami, dukungan emosional dari ibu, interaksi sosial
dengan teman sebaya, serta tingkat kematangan emosional masing-masing
individu.
Kata Kunci: asertivitas, remaja putri, fatherless, dukungan sosial, Desa Walen


Ketersediaan

SK202670057.12x7.150 PRI a c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 PRI a c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
133 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 PRI a c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.