Image of Resiliensi Pengusaha Muda Coffee Shop dengan Pengalaman Kegagalan Bisnis di Surakarta

PSIKOLOGI ISLAM

Resiliensi Pengusaha Muda Coffee Shop dengan Pengalaman Kegagalan Bisnis di Surakarta



Kegagalan bisnis coffee shop sering kali dialami oleh pengusaha muda,
ditandai dengan penurunan pendapatan, sampai pada penutupan gerai. Namun,
sebagian pengusaha mampu bangkit kembali membuka usaha coffee shop baru,
dengan melakukan perbaikan konsep dan strategi. Meskipun demikian, belum
banyak penelitian yang mendalami bagaimana resiliensi terbentuk pada
pengusaha muda pasca-kegagalan, khususnya dalam perspektif psikologi Islam.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan resiliensi pada pengusaha muda
coffee shop yang pernah mengalami kegagalan bisnis di Surakarta.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi.
Kriteria informan dalam penelitian ini yaitu berusia 20-40 tahun, pernah
mengalami kegagalan bisnis coffee shop, dan pemilik bisnis coffee shop yang
masih beroprasi minimal 6 bulan di Surakarta. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, melalui
media sosial toko, serta pribadi milik informan. Triangulasi data dilakukan dengan
membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data
menggunakan teknik analisis data Miles dan Huberman, melalui tahapan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi pada pengusaha muda coffee
shop terbentuk melalui tiga aspek utama, yaitu I Have, I Am, dan I Can. Aspek I
Have atau dukungan eksternal ditunjukkan melalui adanya dukungan sosial dari
keluarga, teman, dan partner bisnis yang membantu individu dalam menghadapi
kegagalan. Aspek I Am atau kekuatan personal terlihat dari adanya kesadaran diri,
rasa tanggung jawab, serta keinginan untuk memperbaiki diri setelah mengalami
kegagalan. Aspek I Can atau keterampilan sosial ditunjukkan melalui kemampuan
individu dalam belajar dari kesalahan, melakukan evaluasi, serta memperbaiki
strategi dalam menjalankan usaha. Selain itu, temuan baru penelitian
menunjukkan adanya peran penting spiritualitas dan religiusitas informan, yang
berfungsi sebagai sumber kekuatan internal melalui praktik ibadah dan
pemaknaan kegagalan sebagai ujian sekaligus pembelajaran dari Tuhan, sehingga
membantu menjaga harapan saat menghadapi tekanan setelah kegagalan. Temuan
penelitian juga menunjukkan adanya perubahan pola pikir, peningkatan
kemampuan dalam mengelola usaha, serta kemampuan individu untuk bangkit
setelah mengalami kegagalan bisnis.
Kata kunci: Resiliensi, kegagalan bisnis, pengusaha muda


Ketersediaan

SK202670053.12x7.150 SBR r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.150)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x7.150 SBR r c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
172 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x7.150 SBR r c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.