MANAJEMEN DAKWAH
Manajemen Event Budaya Yaa Qowiyyu Ki Ageng Gribig Sebagai Atraksi Wisata Religi Di Jatinom
Struktur event menunjukkan pembagian peran yang jelas, di mana
Paguyuban Ki Ageng Gribig berperan dalam aspek ritual, pemerintah dalam
pengamanan dan ketertiban, serta masyarakat sebagai pendukung kegiatan. Struktur
ini membentuk pola kerja yang saling melengkapi, namun koordinasi antar pihak
masih perlu ditingkatkan, terutama dalam pengelolaan fasilitas pendukung seperti
parkir, kebersihan, dan pengaturan pengunjung. Secara keseluruhan, manajemen
dan struktur event Yaa Qowiyyu telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan
penguatan pada aspek pengendalian dan koordinasi agar pelaksanaan event lebih
tertib, nyaman, serta tetap menjaga nilai religius dan budaya.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi,
dan studi pustaka. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan
penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji menggunakan triangulasi
sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen event Yaa Qowiyyu telah
menerapkan fungsi manajemen POAC yang meliputi planning, organizing,
actuating, dan controlling. Pada tahap planning, panitia menetapkan tujuan
kegiatan, menyusun rangkaian acara berdasarkan kalender Aboge, serta
menyiapkan kebutuhan logistik. Tahap organizing dilakukan melalui pembentukan
struktur kepanitiaan yang melibatkan Paguyuban Ki Ageng Gribig, tokoh
masyarakat, dan pemerintah. Tahap actuating terlihat pada pelaksanaan rangkaian
kegiatan seperti kirab gunungan, malam midodaren, dan sebaran apem. Sementara
itu, tahap controlling dilakukan melalui pengawasan dan evaluasi selama acara
berlangsung, meskipun masih ditemukan kendala seperti pengelolaan parkir,
kebersihan, dan kepadatan pengunjung yang belum optimal. Struktur event
menunjukkan pembagian peran yang jelas, di mana Paguyuban Ki Ageng Gribig
berperan dalam aspek ritual, pemerintah dalam pengamanan dan ketertiban, serta
masyarakat sebagai pendukung kegiatan. Secara keseluruhan, manajemen dan
struktur event Yaa Qowiyyu telah berjalan cukup baik, tetapi masih memerlukan
penguatan pada aspek pengendalian dan koordinasi agar pelaksanaan event lebih
tertib, nyaman, serta tetap menjaga nilai religius dan budaya.
Kata Kunci : Manajemen event, Yaa Qowiyyu, Wisata Religi, Budaya,
Strukturalisme
Ketersediaan
| SK202650066.1 | 2x6.3 KHO m c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x6.3) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x6.3 KHO m c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
186 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x6.3 KHO m c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Khusnul Khotimah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






