Image of Manajemen Manasik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Surakarta dalam Meningkatkan Kemandirian Jemaah

MANAJEMEN DAKWAH

Manajemen Manasik Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Surakarta dalam Meningkatkan Kemandirian Jemaah



Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen Kelompok
Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) ‘Aisyiyah Surakarta dalam
meningkatkan kemandirian jemaah melalui penyelenggaraan manasik haji. Selain
itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang
menyebabkan ketidakmandirian jemaah haji selama mengikuti proses bimbingan
manasik. Rumusan masalah dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana
implementasi fungsi manajemen di KBIHU ‘Aisyiyah dalam membangun
kemandirian jemaah serta kendala apa saja yang menghambat kemandirian tersebut.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif
dengan jenis penelitian lapangan (field research). Data dikumpulkan melalui tiga
teknik utama, yaitu observasi langsung terhadap kegiatan manasik, wawancara
mendalam dengan pengurus, pembimbing, serta jemaah, dan dokumentasi terkait
profil serta jadwal kegiatan lembaga. Analisis data dilakukan dengan meninjau
fungsi-fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pelaksanaan, dan evaluasi (POAC).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa KBIHU ‘Aisyiyah Surakarta telah
menerapkan manajemen manasik secara terstruktur. Pada perencanaan, lembaga
menyusun silabus melalui rapat internal yang memuat tujuan pembelajaran, materi
fikih haji dan umrah, jadwal 22 kali pertemuan, metode penyampaian, serta
pembagian tugas pembimbing. Materi disusun secara bertahap mulai dari
pemahaman perjalanan haji, pelatihan bacaan doa dan zikir, hingga simulasi praktik
menggunakan miniatur Ka’bah dan latihan lapangan. Pada tahap pengorganisasian,
jemaah dibagi ke dalam kelompok kecil yang terdiri atas ketua regu, ketua
rombongan, pembimbing, dan pendamping ibadah guna memperkuat koordinasi
dan membangun kemandirian kolektif. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui
metode klasikal, halaqah per regu, praktik langsung, program outbond
kemandirian, serta pembinaan fisik melalui senam rutin. Sementara itu, tahap
pengawasan dan evaluasi dilakukan melalui monitoring kehadiran, evaluasi
pemahaman materi, program hafalan doa melalui grup WhatsApp, serta
pendampingan langsung selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci. Penerapan
manajemen tersebut dapat meningkatkan pemahaman dan kepercayaan diri jemaah
dalam melaksanakan ibadah secara mandiri. Meskipun masih terdapat kendala
berupa faktor usia lanjut, perbedaan latar belakang pendidikan, keterbatasan literasi
digital, serta kebutuhan regenerasi pengurus.

Kata kunci: Manajemen Manasik, KBIHU ‘Aisyiyah, Kemandirian Jemaah, Ibadah
Haji.


Ketersediaan

SK202650056.12x6.3 ULU m c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x6.3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x6.3 ULU m c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
134 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x6.3 ULU m c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
audio
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.