Image of Implementasi Kebijakan Progam Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun Seksi Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (PHU) Kementrian Agama Kota Surakarta Tahun 2025

MANAJEMEN DAKWAH

Implementasi Kebijakan Progam Bimbingan Manasik Haji Sepanjang Tahun Seksi Penyelenggaraan Haji Dan Umrah (PHU) Kementrian Agama Kota Surakarta Tahun 2025



Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang wajib dilaksankan oleh
setiap Muslim yang mampu, baik secara fisik maupun finansial. Mengingat
kompleksitas ritual ibadah haji serta panjangnya masa tunggu keberangkatan yang
kini mencapai 26 tahun, kesiapan calon jamaah menjadi aspek yang sangat krusial.
Bimbingan manasik haji reguler yang hanya mencakup sepuluh kali pertemuan
dinilai belum optimal dalam membangun pemahaman dan kemandirian calon
jamaah haji. Sebagai respons atas kondisi tersebut, Seksi Penyelenggaraan Haji Dan
Umrah Kementrian Agama Kota Surakarta melaksanakan progam bimbingan
manasik haji sepanjang tahun, merupakan progam tambahan dari Seksi
Penyelenggaraan Haji Dan Umrah Kementrian Agama Kota Surakarta diluar
manasik haji reguler, yang bertujuan meningkatkan kualitas pemahaman dan
kemandirian calon jamaah haji sejak dini.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keberhasilan implementasi
kebijakan program bimbingan manasik haji sepanjang tahun serta mengidentifikasi
faktor pendukung dan penghambat pelaksana progam bimbingan manasik haji
sepanjang tahun. Kerangka yang digunakan adalah model implementasi kebijakan
publik George C. Edward III, yang mencakup empat variabel utama: komunikasi,
sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Penelitian ini menggunakan
penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program berjalan secara
efektif. Komunikasi terjalin melalui rapat koordinasi rutin, undangan resmi via
WhatsApp, dan penyuluhan kecamatan. Sumber daya memadai, ditandai dengan
keberadaan pembimbing yang bersertifikat dan fasilitas mendukung dan memadai.
Disposisi\sikap pelaksana progam dan jamaah menunjukkan antusiasme tinggi,
meski program berlangsung tanpa anggaran. Struktur birokrasi berjalan sesuai
fungsi masing-masing seksi dan didukung kolaborasi lintas instansi, termasuk
Dinas Kesehatan Kota Surakarta. Faktor pendukung utama adalah semangat staf
dan tingginya partisipasi jamaah. Adapun faktor penghambat meliputi ketiadaan
anggaran khusus, kendala teknis koordinasi peserta serta kurangnya dukungan dan
kerjasama dari pihak lain.

Kata kunci: Keberhasilan Implementasi kebijakan, manasik sepanjang tahun,
penyelenggara haji dan umrah kota surakarta


Ketersediaan

SK202650048.12x6.3 HUT k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x6.3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x6.3 HUT k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
211 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x6.3 HUT k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.