Image of Strategi Kaderisasi Da’i melalui Mumarasah di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Ilmiyah Kertosono Nganjuk

MANAJEMEN DAKWAH

Strategi Kaderisasi Da’i melalui Mumarasah di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Ilmiyah Kertosono Nganjuk



Dakwah Islam membutuhkan regenerasi kader da'i yang terlatih, kompeten,
dan siap terjun di masyarakat. Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Ilmiyah Kertosono
Nganjuk merespons kebutuhan tersebut melalui kegiatan mumarasah, sebuah program
pembiasaan
dakwah
yang
telah
berjalan
sejak
berdirinya
pesantren.
Penelitian

ini

bertujuan untuk mendeskripsikan strategi kaderisasi da'i melalui kegiatan
mumarasah serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksa-
naannya di Pondok Pesantren Ar-Raudlatul Ilmiyah Kertosono Nganjuk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan

penelitian terdiri dari pengasuh pesantren, penanggung jawab kegiatan
mumarasah, dan santri. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian
data,
dan
penarikan
kesimpulan,
serta
diuji
keabsahannya
menggunakan
triangulasi
sumber.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan mumarasah dilaksanakan dalam tiga
bentuk, yaitu mumarasah malam (setiap Kamis malam menggunakan Bahasa Indonesia),

mumarasah siang (setiap Minggu siang menggunakan Bahasa Indonesia),
dan mumarasah kamar (setiap Kamis malam menggunakan Bahasa Jawa Krama).
Strategi kaderisasi yang diterapkan mencakup: perencanaan tema dakwah berjenjang
sesuai
tingkatan
kelas
(dari
al-baroah
hingga
muhadharatul
'ammah),
praktik

langsung

metode mauidzah hasanah dalam simulasi forum dakwah, penilaian
berkala dari aspek intonasi, gestur, dan isi materi, serta penerapan sistem sanksi
(ta'zir) sebagai instrumen pembentukan kedisiplinan.Puncak evaluasi kaderisasi
adalah Program Santri Mengabdi yang dilaksanakan setiap Bulan Ramadhan.
Faktor pendukung kegiatan ini meliputi dukungan kelembagaan yang kuat sebagai
kurikulum wajib pesantren, sistem mentoring santri senior kepada junior, dan konsistensi
pelaksanaan
tiga
kali
seminggu.
Adapun
faktor
penghambatnya
adalah
kurangnya
persiapan
materi
pada
sebagian
santri,
keterbatasan
penguasaan
bahasa
asing
(Arab
dan
Inggris),
serta
rendahnya
rasa
percaya
diri
pada
santri
tertentu.
Secara

keseluruhan,

kegiatan mumarasah terbukti efektif dalam membentuk kompetensi
tabligh, kepekaan terhadap mad'u, kedisiplinan, dan karakter da'i yang siap terjun
di masyarakat.
Kata Kunci: Strategi Kaderisasi, Da'i, Mumarasah, Pondok Pesantren.


Ketersediaan

SK202650017.12x6.3 FER s c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x6.3)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x6.3 FER s c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
136 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x6.3 FER s c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.