KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Representasi Dominasi Elite Politik Indonesia Dalam Film Dokumenter Pesta Oligarki Karya Watchdoc. Documentary (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk)
Menjelang pemilu, fenomena oligarki di Indonesia menjadi salah satu pusat
perhatian dalam mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Dari fenomena ini
kemudian muncul narasi mengenai bagaimana para elite oligarki ini mendominasi
politik di Indonesia. Film dokumenter Pesta Oligarki sendiri hadir sebagai
representasi visual dari praktik dominasi tersebut. Film ini menggunakan
pendekatan liputan investigatif serta tanggapan berbagai narasumber ahli untuk
membongkar bagaimana dampak dari para elite yang mengendalikan sistem
demokrasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh bagaimana media jurnalisitik
alternatif seperti Watchdoc dengan kritis membingkai narasi isu perpolitikan di
Indonesia. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi serta
menganalisis wacana baik melalui dimensi teks maupun visual, kognisi, serta
konteks sosial yang terjadi dalam film Pesta Oligarki. Melalui analisis tersebut,
penelitian ini diharapkan dapat mengungkap bagaimana media alternatif
merepresentasikan dominasi elite politik di Indonesia dan menjadi media edukasi
untuk menyadarkan masyarakat terkait dengan dampak yang terjadi.
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan pendekatan kualitatif dengan
metode penelitian analisis wacana kritis yang dikembangkan oleh Teun A. Van
Dijk. Dalam analisis wacana kritis model Teun A. Van Dijk terdapat tiga dimensi
yang menjadi objek penelitiannya, yakni dimensi teks, kognisi sosial, serta konteks
sosial. Data dikumpulkan melalui tiga teknik, yakni dokumentasi berupa tangkapan
layar, wawancara dengan pembuat film, dan studi pustaka untuk mendukung teori
serta konteks penelitian.
Hasil penelitian menemukan bahwa film Pesta Oligarki merepresentasikan
dominasi elite politik di Indonesia sebagai suatu praktik kekuasaan yang bersifat
oligarkis, yakni ketika politik dan ekonomi terkonsentrasi pada kelompok elite
tertentu yang memiliki akses kuat terhadap sumber daya negara. Dampak dari
fenomena tersebut tercermin dari beberapa aspek utama seperti, demokrasi
elektoral sebagai arena elite politik yang menyangkut beberapa nama oligarki
seperti Boy Thohir (Adaro), Keluarga Hartono (Djarum Group), Putera
(Sampoerna), dan Arini Saraswaty (Persada). Kemudian sistem kepartaian yang
bersifat transaksional yang menyangkut beberapa partai seperti Golkar, Demokrat,
PAN, PSI, PKB, dan PKS. Dilanjutkan ketidakadilan sosial dalam masyarakat yang
terlihat dari angka kemiskinan tinggi, konflik agraria yang meningkat, dan akses
menyuarakan pendapat. Terakhir selain sebagai kritik sosial, narasi dalam film ini
juga dibangun sebagai wacana perlawanan dan edukasi terhadap kesadaran publik
atas kondisi demokrasi saat ini.
Kata kunci: Wacana, Film, Watchdoc, Oligarki
Ketersediaan
| SK202640109.1 | 2x7.5 HAF r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 HAF r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
178 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 HAF r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhamad Fuad Hafifudin
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






