KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Representasi Perjodohan Di Pesantren Dalam Film “Hati Suhita” Karya Khilma Anis (Analisis Semiotika Roland Barthes)
Penelit ian ini dilakukan untuk menganalisis bagaimana praktik perjodohan
direpresentasikan dalam film Hati Suhita karya Khilma Anis dengan latar
kehidupan pesantren. Kajian ini dilatarbelakangi oleh fenomena sosial di mana
praktik perjodohan masih menjadi tradisi yang kuat di lingkungan pesantren, namun
mulai mengalami pergeseran makna seiring dengan munculnya nilai-nilai
modernitas dan kebebasan individu. Film Hati Suhita dipilih karena menghadirkan
konflik batin antara tradisi, cinta, dan tanggung jawab, serta menampilkan simbolsimbol
religius
yang
merepresentasikan
budaya
pesantren
secara
mendalam.
Penelit ian ini menggunakan pendekatan kualitat if deskriptif dengan metode
analisis semiot ika Roland Barthes. Data dikumpulkan melalui dokumentasi dan
observasi terhadap adegan, dialog, serta simbol visual dalam film. Analisis
dilakukan melalui t iga tahapan makna, yaitu denotasi, konotasi, dan mitos, untuk
menafsirkan tanda-tanda yang membentuk konstruksi makna tentang perjodohan di
pesantren.
Hasil penelit ian menunjukkan bahwa representasi perjodohan dalam film
Hati Suhita digambarkan melalui simbol-simbol visual sepert i busana santri, ruang
pesantren, ekspresi tokoh, serta adegan akad nikah. Pada tingkat denotasi, tandatanda
tersebut
menampilkan
tradisi
pernikahan
di
pesantren
yang
berlandaskan
nilai
religius
dan kepatuhan terhadap keluarga. Pada tingkat konotasi, makna tersebut
berkembang menjadi gambaran tentang ketegangan antara tradisi dan kebebasan
pribadi. Sedangkan pada tingkat mitos, perjodohan dipersepsikan sebagai bentuk
pengabdian dan kesalehan yang tinggi dalam budaya pesantren. Kesimpulan dar i
penelit ian ini menunjukkan bahwa film Hati Suhita merepresentasikan perjodohan
bukan hanya sebagai praktik sosial, tetapi juga sebagai sistem makna yang
menggambarkan relasi antara kekuasaan tradisi, nilai religius, dan kehendak
individu. Representasi tersebut mengandung pesan bahwa cinta dan pernikahan
dalam budaya pesantren t idak semata ditentukan oleh kebebasan pribadi, tetapi juga
oleh tanggung jawab, kesabaran, dan keikhlasan dalam menjaga kehormatan
keluarga dan institusi keagamaan.
Kata Kunci : Representasi, Perjodohan, Pesantren, Film Hati Suhita, Semiotika
Roland Barthes.
Ketersediaan
| SK202640094.1 | 2x7.5 MUS r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 MUS r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
142 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 MUS r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Naufal Hanif Mussaffa
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






