KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Wacana Konten Intoleransi Dalam Akun Instagram @infocegatansukoharjo
Setiap agama memiliki cara tersendiri dalam menjalani kehidupan dan
berinteraksi sosial, sehingga wajar apabila terdapat kesamaan maupun perbedaan
yang tampak jelas. Perbedaan tersebut seharusnya dihargai, bukan dijadikan alasan
untuk menimbulkan konflik. Dalam konteks media sosial, akun Instagram
@infocegatansukoharjo memiliki peran signifikan dalam membentuk opini publik
karena kontennya selalu menyoroti isu-isu aktual dengan bahasa yang mudah
dipahami masyarakat. Namun, di antara konten yang dipublikasikan, terdapat pula
muatan intoleransi beragama yang menarik untuk diteliti lebih lanjut. Oleh karena
itu, tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan wacana konten intoleransi
beragama yang muncul dalam akun Instagram @infocegatansukoharjo, sehingga
dapat memberikan gambaran mengenai bagaimana isu intoleransi dikonstruksi dan
dipersepsikan melalui media sosial.
Peneliti memilih penggunaan metode analisis wacana Van Dijk karena
relevan dengan apa yang diteliti berupa konten intoleransi agama yang dapat
menggiring opini publik. Penelitian ini menganalisis lima konten intoleransi
beragama di akun Instagram @infocegatansukoharjo sepanjang Januari–Oktober
2025 dengan sumber data primer berupa postingan viral dan sekunder berupa
komentar publik. Data dikumpulkan melalui dokumentasi, observasi digital, dan
wawancara dengan admin akun. Analisis menggunakan model Miles & Huberman
serta wacana Van Dijk pada dimensi teks, sementara keabsahan data dijaga dengan
triangulasi sumber.
Adapun analisis lima konten digital menunjukkan bahwa penggunaan diksi
berperan penting dalam membentuk wacana intoleransi. Diksi yang digunakan
tidak hanya merepresentasikan identitas kelompok mayoritas, tetapi juga
menegaskan eksklusivitas, standar normatif tunggal, serta melahirkan stereotip dan
diskriminasi. Variasi diksi segregatif, eksklusif, normatif, pejoratif, dan ancaman
memperlihatkan bagaimana bahasa menjadi instrumen yang efektif dalam
mengonstruksi intoleransi di ruang publik digital.
Kata kunci: analisis wacana, intoleransi beragama, media sosial, Instagram,
konten
Ketersediaan
| SK202640092.1 | 2x7.5 ASH w c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 ASH w c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
157 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 ASH w c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Alfina Qurnia Ashari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






