KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Representasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Pada Perempuan Dalam Film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis
Film “Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis” merupakan film yang diproduksi
oleh Sinemaku Pictures, dimana film ini di sutradarai oleh Reka Wijaya. Film ini
bercerita tentang seorang anak bernama Tari yang digambarkan sebagai sosok yang
berjuang keras untuk melindungi ibunya dari kekerasan sang ayah yang
temperamental, sementara sang kakak memilih untuk meninggalkan rumah karena
tidak tahan dengan situasi yang ada di lingkup rumahnya. Trauma yang dialami Tari,
membuatnya sulit untuk mengungkapkan perasaannya sehingga memendam luka
batin yang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi
kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) pada perempuan dalam film Bolehkah
Sekali Saja Ku Menangis dengan menggunakan pendekatan semiotika Charles
Sanders Peirce.
Metode penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif
kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pengumpulan adegan-adegan
dalam film yang berkaitan pada representasi dalam film Bolehkah Sekali Saja Ku
Menangis dan data pendukung baik buku, artikel, jurnal dan lain-lain. Analisis data
skripsi ini menggunakan analisis semiotika Charles Sanders Peirce dengan
menggunakan teori segitiga (triadic) yaitu sign (tanda), object (objek), dan
interpretant (interpertant).
Hasil dari penelitian ini adalah film Bolehkah Sekali Saja Ku Menangis
merepresentasikan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan
melalui tiga bentuk utama, yaitu kekerasan fisik, psikis, dan ekonomi yang
dilakukan oleh tokoh Ayah Tari terhadap istri dan anaknya. Kekerasan fisik
ditampilkan melalui tindakan memukul dan mendorong, kekerasan psikis melalui
hinaan, bentakan, ancaman, serta kontrol berlebihan, sedangkan kekerasan
ekonomi terlihat dari pembatasan akses terhadap kebutuhan dasar keluarga.
Representasi tersebut sejalan dengan klasifikasi bentuk KDRT menurut Komnas
Perempuan (2023) dan UU No. 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT.
Temuan ini juga menunjukkan adanya relasi kuasa yang timpang dalam keluarga
yang memperkuat dominasi pelaku terhadap korban. Dengan demikian, penelitian
ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian
komunikasi keluarga, kajian film, serta meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pencegahan dan penanganan KDRT.
Kata Kunci : KDRT, Perempuan, Film, Semiotika, Charles Sanders Peirce.
Ketersediaan
| SK202640091.1 | 2x7.5 RIF r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 RIF r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarrta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
124 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 RIF r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Azarine Thaddea Rifdah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






