KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Wacana Stigma Dalam Pemberitaan Terhadap ODHA dan ADHA di Web Project Multatuli (Analisis Wacana Kritis Menurut Teun A. Van Dijk)
Media sebagai wahana komunikasi massa mampu memengaruhi sudut pandang
publik terhadap suatu penyakit maupun gangguan kesehatan yang lain termasuk
HIV/AIDS. Sebagai penyakit yang kerap disalahpahami publik bersumber dari
perbuatan amoral yang dilakukan oleh pengidapnya, membuat orang yang hidup
dengan HIV positif kerap mendapat stigma negatif hingga diskriminasi dalam
kesehariannya. Pada kenyataannya, praktik pemberitaan mengenai HIV dan AIDS
seringkali masih berorientasi pada logika clickbait semata yang justru dapat
melanggengkan stigma yang ada. Sebagai media, Project Multatuli berusaha
menaruh perhatian terhadap ODHA maupun ADHA, dengan menjadikan pihak
paling dekat pengidap sebagai narasumber dalam beritanya, dan juga berupaya
melaporkan kondisi ODHIV dengan cukup menyeluruh, tidak sekadar berfokus
pada jumlah fluktuasi pengidap HIV maupun AIDS. Penelitian ini bertujuan untuk
melihat bagaimana wacana stigma dalam pemberitaan tentang ODHA dan ADHA
di WEB Project Multatuli berdasarkan analisis kritis model Teun A. Van Dijk.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis
wacana kritis model Teun A. Van Dijk untuk melihat bagaimana teks diproduksi
secara lebih mendalam dan menyeluruh. Data dari penelitian ini dikumpulkan
melalui dokumentasi teks berita yang diteliti dan literatur lain yang mendukung,
serta wawancara mendalam kepada wartawan penulis berita yang diteliti. Data
kemudian dianalisis berdasarkan elemen wacana Van Dijk yakni dimensi teks,
kognisi sosial dan konteks sosial.
Hasil penelitian menunjukkan, bahwasanya wacana yang berusaha ditampilkan
dalam tiga berita di WEB Project Multatuli mengenai stigma kepada ODHA
maupun ADHA cenderung memiliki makna ganda. Menampilkan bentuk stigma
dan diskriminasi berupa penolakan serta kesulitan hidup yang dialami oleh ODHA
maupun ADHA sebagai ide utama berita, dengan memilih diksi yang mengandung
unsur labeling, menunjukkan detail diskriminasi yang dialami, penggunaan diksi
“mereka”, serta tidak mencantumkan kondisi sosial masyarakat lebih detail, dapat
membuat publik memiliki pemahaman jika HIV merupakan entitas tersendiri yang
perlu dihindari, bukan kondisi medis yang dapat dikontrol maupun diobati. Namun,
di sisi lain, wacana yang menampilkan populasi kunci (ODHIV dan pendamping)
sebagai narasumber utama, menunjukkan kepada publik apa yang seharusnya
diketahui tentang stigma dan diskriminasi yang dialami ODHA dan ADHA, juga
menunjukkan posisi wartawan yang berusaha membuka pandangan publik bahwa
stigma dan diskriminasi yang dialami oleh ODHA dan ADHA itu nyata adanya dan
masih terus terjadi.
Kata Kunci: Stigma, Diskriminasi, ODHA, ADHA, Wartawan
Ketersediaan
| SK202640090.1 | 2x7.5 LUT w c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 LUT w c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
252 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 LUT w c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Amirotul Lutfiyyah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






