KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Resepsi Forum Mahasiswa Gadjah Mada Kalimantan Barat (FORMAGAMA KALBAR) Terhadap Culture Shock Pada Film Pendek “Ke Jogja.”
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena culture shock yang kerap
dialami mahasiswa perantau akibat perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial di
lingkungan baru, khususnya di perguruan tinggi. Film pendek “Ke Jogja” karya
Paniradya Kaistimewan menampilkan pengalaman culture shock melalui tokoh
Kinar, mahasiswi asal Kalimantan yang menghadapi kesalahpahaman bahasa, serta
perbedaan adat di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi
Forum Mahasiswa Gadjah Mada Kalimantan Barat (FORMAGAMA KALBAR)
terhadap fenomena culture shock yang ditampilkan dalam film tersebut.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data
wawancara mendalam melalui informan sejumlah enam orang berdasarkan dengan
kriteria tertentu untuk memperoleh data yang relevan. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi data dengan membandingkan data primer berupa
wawancara dan observasi dengan data sekunder berupa film pendek “Ke Jogja”,
jurnal dan lain-lain. Sajian data yang ditemukan dari lapangan, dianalisis
menggunakan teori resepsi Stuart Hall.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi FORMAGAMA KALBAR
terhadap film pendek “Ke Jogja” cenderung berada pada posisi dominan dalam
kerangka analisis resepsi Stuart Hall dengan mengalami culture shock melalui
dimensi behavior dan cognitive. Meskipun demikian, sebagian informan berada
pada posisi negosiasi dengan memberikan kritik terhadap sikap tokoh yang dinilai
kurang persiapan dan kurang terbuka, sehingga menunjukkan bahwa audiens
bersifat aktif dalam memaknai pesan media berdasarkan pengalaman dan latar
belakang budayanya dan tidak ditemukannya posisi oposisi dalam penelitian ini.
Kata kunci: Resepsi, Culture Shock, Film Pendek Ke JogjaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena culture shock yang kerap
dialami mahasiswa perantau akibat perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial di
lingkungan baru, khususnya di perguruan tinggi. Film pendek “Ke Jogja” karya
Paniradya Kaistimewan menampilkan pengalaman culture shock melalui tokoh
Kinar, mahasiswi asal Kalimantan yang menghadapi kesalahpahaman bahasa, serta
perbedaan adat di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi
Forum Mahasiswa Gadjah Mada Kalimantan Barat (FORMAGAMA KALBAR)
terhadap fenomena culture shock yang ditampilkan dalam film tersebut.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data
wawancara mendalam melalui informan sejumlah enam orang berdasarkan dengan
kriteria tertentu untuk memperoleh data yang relevan. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi data dengan membandingkan data primer berupa
wawancara dan observasi dengan data sekunder berupa film pendek “Ke Jogja”,
jurnal dan lain-lain. Sajian data yang ditemukan dari lapangan, dianalisis
menggunakan teori resepsi Stuart Hall.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi FORMAGAMA KALBAR
terhadap film pendek “Ke Jogja” cenderung berada pada posisi dominan dalam
kerangka analisis resepsi Stuart Hall dengan mengalami culture shock melalui
dimensi behavior dan cognitive. Meskipun demikian, sebagian informan berada
pada posisi negosiasi dengan memberikan kritik terhadap sikap tokoh yang dinilai
kurang persiapan dan kurang terbuka, sehingga menunjukkan bahwa audiens
bersifat aktif dalam memaknai pesan media berdasarkan pengalaman dan latar
belakang budayanya dan tidak ditemukannya posisi oposisi dalam penelitian ini.
Kata kunci: Resepsi, Culture Shock, Film Pendek Ke JogjaPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena culture shock yang kerap
dialami mahasiswa perantau akibat perbedaan budaya, bahasa, dan norma sosial di
lingkungan baru, khususnya di perguruan tinggi. Film pendek “Ke Jogja” karya
Paniradya Kaistimewan menampilkan pengalaman culture shock melalui tokoh
Kinar, mahasiswi asal Kalimantan yang menghadapi kesalahpahaman bahasa, serta
perbedaan adat di Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resepsi
Forum Mahasiswa Gadjah Mada Kalimantan Barat (FORMAGAMA KALBAR)
terhadap fenomena culture shock yang ditampilkan dalam film tersebut.
Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data
wawancara mendalam melalui informan sejumlah enam orang berdasarkan dengan
kriteria tertentu untuk memperoleh data yang relevan. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi data dengan membandingkan data primer berupa
wawancara dan observasi dengan data sekunder berupa film pendek “Ke Jogja”,
jurnal dan lain-lain. Sajian data yang ditemukan dari lapangan, dianalisis
menggunakan teori resepsi Stuart Hall.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi FORMAGAMA KALBAR
terhadap film pendek “Ke Jogja” cenderung berada pada posisi dominan dalam
kerangka analisis resepsi Stuart Hall dengan mengalami culture shock melalui
dimensi behavior dan cognitive. Meskipun demikian, sebagian informan berada
pada posisi negosiasi dengan memberikan kritik terhadap sikap tokoh yang dinilai
kurang persiapan dan kurang terbuka, sehingga menunjukkan bahwa audiens
bersifat aktif dalam memaknai pesan media berdasarkan pengalaman dan latar
belakang budayanya dan tidak ditemukannya posisi oposisi dalam penelitian ini.
Kata kunci: Resepsi, Culture Shock, Film Pendek Ke Jogja
Ketersediaan
| SK202640087.1 | 2x7.5 TAU r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 TAU r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
169 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 TAU r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Adib Taufikurrohman
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






