KOMUNIKASI DAN PENYIARAN ISLAM
Representasi Pola Komunikasi Kasih Sayang Keluarga Dalam Film Keluarga Cemara 2: Analisis Semiotika John Fiske
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pola komunikasi dalam keluarga
sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan keharmonisan emosional. Film Keluarga
Cemara 2 dipilih sebagai objek kajian karena secara mendalam memotret dinamika
keluarga yang menghadapi fase transisi dan konflik internal, namun tetap mempertahankan
ikatan kasih sayang. Masalah utama dalam penelitian ini adalah bagaimana representasi
pola komunikasi kasih sayang keluarga digambarkan melalui tanda-tanda sinematik.
Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pola komunikasi tersebut menggunakan
Family Communication Pattern Theory yang dibedah melalui kacamata semiotika John
Fiske untuk menemukan makna di balik interaksi para tokohnya.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan
pendekatan analisis teks semiotika. Objek penelitian adalah film Keluarga Cemara 2 yang
terdiri dari 77 adegan (scene). Dari total populasi adegan tersebut, peneliti menggunakan
teknik purposive sampling untuk mengambil 12 adegan kunci yang secara spesifik
menunjukkan pola komunikasi kasih sayang. Teknik analisis data dilakukan dengan model
The Codes of Television dari John Fiske, yang membagi analisis ke dalam tiga level: level
realitas (perilaku, ekspresi, dan kostum), level representasi (teknis kamera, pencahayaan,
dan editing), serta level ideologi (nilai-nilai budaya dan norma sosial yang diyakini).
Hasil penelitian berdasarkan analisis tiga level John Fiske menunjukkan bahwa
pada level realitas, kasih sayang direpresentasikan melalui kode sosial berupa sentuhan
fisik, kontak mata yang hangat, dan dialog terbuka antar anggota keluarga. Pada level
representasi, kedekatan emosional dipertegas dengan penggunaan teknik close-up shot
untuk menangkap detail ekspresi kasih sayang dan penggunaan warm lighting yang
menciptakan atmosfer kekeluargaan. Secara mendalam, ditemukan bahwa pola komunikasi
yang dominan adalah conversation orientation (orientasi percakapan), di mana setiap
anggota keluarga memiliki ruang untuk berpendapat. Sementara itu, pada level ideologi,
film ini mengusung gagasan bahwa keharmonisan keluarga modern tidak lagi didasarkan
pada kepatuhan buta (otoriter), melainkan pada akuntabilitas dan keterbukaan, di mana
sosok ayah (Abah) digambarkan tetap memiliki otoritas namun mampu bersikap rendah
hati dan meminta maaf. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa film Keluarga Cemara
2 merepresentasikan pola komunikasi keluarga tipe consensual dan pluralistic. Melalui 12
adegan yang dianalisis, terlihat bahwa kasih sayang tidak hanya ditunjukkan melalui katakata,
tetapi melalui proses komunikasi yang menghargai perbedaan pendapat dan upaya
penyelesaian konflik secara bersama-sama. Ideologi yang dibangun adalah bahwa kekuatan
keluarga terletak pada komunikasi yang jujur dan saling mendukung dalam menghadapi
perubahan situasi ekonomi maupun sosial.
Kata Kunci : Representasi, Pola Komunikasi keluarga, Kasih Sayang, Semiotika,
Film Keluarga Cemara 2
Ketersediaan
| SK202640063.1 | 2x7.5 PUJ r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x7.5) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x7.5 PUJ r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
104 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x7.5 PUJ r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ferry Pujayanto
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






