Image of Family Communication dalam Keluarga Nabi Muhammad SAW: Kajian QS. At-Tahrim 1-4 Perspeltif Psikologi Keluarga

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

Family Communication dalam Keluarga Nabi Muhammad SAW: Kajian QS. At-Tahrim 1-4 Perspeltif Psikologi Keluarga



Keluarga merupakan fondasi utama dalam pembentukan karakter dan
ketahanan sosial masyarakat. Namun, meningkatnya konflik rumah tangga,
perselisihan suami-istri, dan tingginya angka perceraian menunjukkan adanya problem
komunikasi keluarga yang perlu mendapatkan perhatian. Al-Qur’an sebagai pedoman
hidup umat Islam memuat berbagai nilai yang dapat dijadikan rujukan dalam
membangun hubungan keluarga yang sehat, salah satunya melalui kisah keluarga Nabi
Muhammad SAW dalam QS. At-Tahrim ayat 1–4. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis penafsiran QS. At-Tahrim ayat 1–4 melalui perspektif tafsir muqaran
terhadap M. Quraish Shihab, Hamka, dan Sayyid Qutb serta mengkaji relevansinya
dengan konsep family communication dalam perspektif psikologi keluarga.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif. Data primer penelitian berupa penafsiran QS. At-Tahrim ayat 1–
4 dalam Tafsir Al-Mishbah, Tafsir Al-Azhar, dan Fi Zilal al-Qur’an. Analisis dilakukan
menggunakan metode tafsir muqaran untuk menemukan persamaan, perbedaan, dan
relevansi penafsiran dengan teori psikologi keluarga yang berfokus pada teori
komunikasi yang dikembangkan oleh David H Olson.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa QS. At-Tahrim ayat 1–4 memuat empat
dinamika utama dalam kehidupan keluarga, yaitu kecemburuan dalam relasi suamiistri,
amanah
dan
kepercayaan
dalam
keluarga,
respons
terhadap
pelanggaran
amanah,

serta

pemulihan relasi pasca konflik. Ketiga mufasir sepakat bahwa kecemburuan
merupakan emosi yang wajar, tetapi perlu dikelola secara proporsional agar tidak
merusak hubungan. Selain itu, amanah dan kepercayaan menjadi fondasi utama
komunikasi keluarga yang sehat. Penelitian ini juga menemukan bahwa komunikasi
korektif yang menjaga martabat pasangan serta pemberian ruang untuk memperbaiki
kesalahan merupakan prinsip penting dalam pemulihan hubungan keluarga. Temuan
tersebut relevan dengan konsep family communication dalam psikologi keluarga yang
menekankan pentingnya komunikasi terbuka, pengelolaan emosi, pemeliharaan
kepercayaan, dan rekonsiliasi dalam membangun keluarga yang harmonis.

Kata Kunci: QS. At-Tahrim, komunikasi keluarga, psikologi keluarga, tafsir muqaran,
keluarga Nabi Muhammad SAW.


Ketersediaan

SK202620073.12x1 IFA f c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 IFA f c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
114 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 IFA f c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.