Image of KONSTRUKSI KELAPANGAN HATI NABI YUSUF DALAM QS. YUSUF AYAT 15 DAN 90: Perspektif Psikologi dalam Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KONSTRUKSI KELAPANGAN HATI NABI YUSUF DALAM QS. YUSUF AYAT 15 DAN 90: Perspektif Psikologi dalam Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab



Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran M. Quraish Shihab
dalam Tafsir Al-Mishbah mengenai konstruksi kelapangan hati Nabi Yusuf pada
QS. Yusuf ayat 15 dan 90. Latar belakang penelitian ini berpijak pada fenomena
krisis kesehatan mental modern yang membutuhkan model resiliensi spiritual dalam
menghadapi trauma pengkhianatan dan konflik keluarga. Masalah utama yang
dikaji adalah bagaimana alur narasi Al-Qur’an mengonstruksi kondisi psikis Nabi
Yusuf dari fase trauma di dasar sumur menuju puncak kematangan batin dalam
bentuk pemaafan agung, serta bagaimana relevansinya bagi problematika kejiwaan
manusia di era kontemporer.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) yang
bersifat kualitatif. Sumber data primer yang digunakan adalah kitab Tafsir AlMishbah
Volume
6
karya
M.
Quraish
Shihab.
Pendekatan
yang
digunakan
adalah

pendekatan
Nafsi-Qashashi
(Psikologi-Naratif)
yang
mengintegrasikan
teori
narasi

Ahmad

Khalafullah dan teori psikologi resiliensi Fuad Nashori. Teknik
pengumpulan data menggunakan studi dokumentasi, sedangkan analisis data
dilakukan melalui metode analisis isi (content analysis) yang dipadukan dengan
langkah-langkah tafsir tematik (maudhu’i) tokoh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: Pertama, M. Quraish Shihab memaknai
ayat 15 sebagai fase trauma pengkhianatan (betrayal trauma) di mana Allah
memberikan wahyu sebagai stimulus sakinah untuk melapangkan dada Yusuf sejak
dini. Sedangkan ayat 90 merupakan puncak manifestasi kelapangan hati (al-shafh)
yang melampaui sekadar memaafkan. Kedua, konstruksi kelapangan hati Nabi
Yusuf membentuk paradigma ”Samudra Batin”, di mana batin yang luas mampu
mengurai kepahitan trauma tanpa menyisakan dendam. Ketiga, model kelapangan
hati ini memiliki relevansi kuat sebagai strategi trauma healing bagi manusia
modern untuk mencapai stabilitas kepribadian melalui tiga pilar: penemuan makna
ilahiah, praktik sabar aktif (yashbir), dan peluluhan ego melalui pengakuan karunia
Tuhan (minnah).
Kata Kunci: Ahmad Khalafullah, Kelapangan Hati, Nabi Yusuf, Psikologi, Tafsir
Al-Mishbah.


Ketersediaan

SK202620071.12x1 HRI r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 HRI r c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
128 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 HRI r c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.