Image of Resepsi Al-Qur’an Santri Ponpes Mahasiswa
Darussalam Terhadap Qs. Al-Ahzab: 56 Dalam Praktik Pembacaan Maulid
Simtudduror

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

Resepsi Al-Qur’an Santri Ponpes Mahasiswa Darussalam Terhadap Qs. Al-Ahzab: 56 Dalam Praktik Pembacaan Maulid Simtudduror



Penelitian ini mengkaji resepsi santri Pondok Pesantren Mahasiswa
Darussalam Komplek 6 terhadap QS. Al-Ahzab: 56 dalam praktik pembacaan
Maulid Simtudduror. Fokus utama penelitian ini terletak pada bagaimana santri
meresepsi QS. Al-Ahzab: 56. ayat yang menjadi landasan teologis perintah
bershalawat melalui pengalaman mereka mengikuti tradisi pembacaan Maulid
Simtudduror. Latar belakang para santri sebagai mahasiswa yang terbiasa berpikir
kritis turut membentuk cara mereka memaknai dan menyikapi ayat
tersebutPenelitian ini penting karena subjeknya adalah individu yang secara
bersamaan menghidupi dua identitas: sebagai santri yang tunduk pada tradisi
pesantren dan sebagai mahasiswa yang terbiasa dengan nalar akademik yang kritis
dan reflektif.
Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif
deskriptif dan paradigma living Qur’an. Data diperoleh melalui observasi
partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model
Miles dan Huberman, sedangkan kerangka analisis utama yang digunakan adalah
teori resepsi Hans Robert Jauss yang berfokus pada tiga konsep pokok: cakrawala
harapan, peran aktif pembaca, dan dinamika perubahan cakrawala harapan.
Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, QS. Al-Ahzab:
56 berfungsi sebagai landasan teologis yang melegitimasi praktik pembacaan
Maulid Simtudduror yang berjalan secara rutin, namun tradisi tersebut cenderung
bersifat ritualistik tanpa disertai penjelasan makna ayat secara terstruktur. Kedua,
resepsi santri terhadap QS. Al-Ahzab: 56 bersifat variatif, berlapis, dan dinamis.
Cakrawala harapan santri terbentuk dari dua lapisan: pengalaman keagamaan
sebelumnya dan pengalaman akademik sebagai mahasiswa. Nalar kritis yang
terbentuk melalui pendidikan tinggi mendorong santri untuk mempertanyakan
tradisi secara internal, namun tidak berujung pada penolakan. Melalui pengalaman
spiritual, penalaran pragmatis, dan habituasi pesantren, mereka sampai pada
penerimaan yang bersifat reflektif berbeda dari kepatuhan santri pesantren pada
umumnya yang lebih bersifat taken for granted (menerima begitu saja)
Kata Kunci: QS. Al-Ahzab: 56, Resepsi Al-Qur’an,, Maulid Simtudduror, Living
Qur’an, Cakrawala Harapan


Ketersediaan

SK202620069.12x1 SET r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 SET r c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
138 Hlm , 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 SET r c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.