Image of INTERPRETASI AYAT-AYAT KERUSAKAN
BUMI DALAM TAFSIR AL-AYAT AL-KAWNIYYAH FII AL-QUR’AN ALKARIIM

DAN RELEVANSINYA DENGAN TEORI PLANETARY
BOUNDARIES 1.0

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

INTERPRETASI AYAT-AYAT KERUSAKAN BUMI DALAM TAFSIR AL-AYAT AL-KAWNIYYAH FII AL-QUR’AN ALKARIIM DAN RELEVANSINYA DENGAN TEORI PLANETARY BOUNDARIES 1.0



Penelitian ini menjabarkan bagaimana interpretasi ayat-ayat tentang
kerusakan bumi dalam kitab Tafsir Al-Ayat Al-Kawniyyah Fii Al-Qur’an Al-Kariim
karya Zaghlul Al-Najjar serta relevansinya dengan teori Planetary Boundaries 1.0.
Latar belakang penelitian ini bermuara dari maraknya konflik dan perdebatan
diantara sains dan agama. Salah satunya terkait dengan kehancuran alam semesta.
Dalam konteks agama islam, akhir alam semesta atau kiamat seharusnya membawa
seorang mukmin menuju kesadaran agar menghindari maksiat. Namun dalam
realitanya, sebagian Masyarakat muslim memiliki logika fatalistik dalam
menyikapi kehancuran yang akan datang. Ini menegaskan adanya degradasi moral
dan spiritual. Fenomena tersebut juga bertentangan dengan ajaran islam terkait
perintah menjaga bumi.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan kualitatif deskriptif
dengan pendekatan kepustakaan (library research). Data primer penelitian berupa
penafsiran ayat-ayat kehancuran bumi dalam Tafsir Al-Ayat Al-Kawniyyah Fii AlQur’an
Al-Kariim
karya
Zaghlul
Al-Najjar
dan
publikasi
Johan
Rockström
tentang

teori
Planetary
Boundaries
1.0.
Hasil
komparasi
kedua
sumber
primer
tersebut
akan

dianalisa
bagaimana
jenis
hubungan
kedua
domain
ilmu
pengetahuan
tersebut.


Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Zaghlul Al-Najjar terhadap
Q.S An-Nahl: 26 dan Q.S Ar-Ruum: 41 memiliki pendekatan yang berbeda. Q.S
An-Nahl: 26 lebih berfokus pada aspek teologis dan moral sehingga tidak memiliki
keterkaitan langsung dengan teori Planetary Boundaries 1.0, sedangkan Q.S ArRuum:

41 memiliki kesesuaian yang kuat karena sama-sama menjelaskan
kerusakan lingkungan sebagai akibat aktivitas manusia. Berdasarkan tipologi Ian
G. Barbour, hubungan agama dan sains dalam kedua penafsiran tersebut
mencerminkan pola independensi, dialog, dan integrasi. Dengan demikian, tafsir
Zaghlul Al-Najjar menunjukkan bahwa Al-Qur’an dapat dibaca secara kontekstual
untuk menjawab persoalan ekologis modern tanpa menghilangkan dimensi moral
dan spiritualnya.
Kata Kunci: Zaghlul Al-Najjar, Planetary Boundaries, Tafsir Ilmi


Ketersediaan

SK202620064.12x1 QON i c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 QON i c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
114 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 QON i c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.