ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
Kredibilitas Penafsiran Gemini AI Pro terhadap Surat Al-Mā’idah.ayat 38
Penafsiran Al-Quran berbasis artificial intelligence (kecerdasan buatan) telah
menjadi transformasi baru pada perkembangan tafsir digital. Fenomena ini
menimbulkan pertanyaan terkait kredibilitas dan validitas hasil penafsiran yang
dihasilkan teknologi dibandingkan dengan otoritas tafsir klasik dan kontemporer.
Fokus penelitian ini diarahkan pada analisis metodologi penafsiran Gemini AI Pro
terhadap Q.S. Al-Mā’idah ayat 38 yang berkaitan dengan hukum potong tangan bagi
pencuri agar makna dan nilai yang terkadung didalamnya tetap relevan dengan kondisi
masyarakat kontemporer serta tetap merujuk pada sumber otoritas yang valid.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi dan hasil penafsiran Gemini
AI Pro terhadap surat Al-Mā’idah ayat 38, serta menilai tingkat kredibilitasnya dalam
perspektif keilmuan tafsir.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data
primernya berupa hasil penafsiran Gemini AI Pro terhadap Q.S. Al-Mā’idah ayat 38.
yang diperoleh dari teknik prompting, sedangkan data sekunder diperoleh melalui kitab
tafsir klasik hingga kontemporer dan literatur yang relevan dengan penelitian ini.
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tiga prompt yang menjadi kata kunci
dalam menguji konsistensi jawaban penafsiran dari Gemini AI Pro. Teknik analisis
data yang digunakan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan teori "matinya
kepakaran" dari Tom Nichols sebagai pisau analisis dalam menilai otoritas dan
kredibilitas penafsiran Gemini AI.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Gemini AI Pro mampu menyajikan
penafsiran yang sistematis, mudah dipahami, dan relevan. Namun, cenderung ringkas
dan kurang luas dalam rujukan kitab otoritasnya. Sehingga, dalam menafsirkan surat
Al-Mā’idah ayat 38 yang menjelaskan konteks hukum potong tangan sebagai bentuk
ḥudūd dengan syarat-syarat tertentu penafsiran tersebut kurang mendalam dalam aspek
asbāb al-nuzūl dan perbedaan pendapat ulama. Hal ini jika diintegrasikan dalam teori
matinya kepakaran Tom Nichols, temuan ini mengindikasikan adanya pergeseran
otoritas pengetahuan, meskipun belum sepenuhnya menggantikan peran ahli
penggunaan AI dalam penafsiran masih terdapat inkosistensi jawaban berbeda saat
prompt yang digunakan tetap sama. Hal ini dapat ditarik kesimpulan bahwa ditinjau
dari syarat mufassir, Gemini AI Pro belum memenuhi kualifikasi secara komperehensif
dari segi penguasaan metodologis dan otoritas sanad keilmuan, sehingga tetap
memperlukan verifikasi dari ahli pakar ilmu tafsir.
Kata kunci: Gemini AI, Penafsiran Al-Quran, Matinya kepakaran, Al-Mā’idah 38.
Ketersediaan
| SK202620060.1 | 2x1 BAS k c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 BAS k c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
143 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 BAS k c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
M. Afif Dhiyauddin Bastari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






