E-BOOK
Ajaran Resiliensi Kisah Nabi Ibrahim dalam Relasinya dengan Azar Perspektif Tafsir Al-Azhar
Fenomena disfungsi keluarga dan ketidakhadiran peran ayah dalam proses
pengasuhan berkontribusi secara signifikan terhadap krisis kesehatan mental dan
perkembangan anak di masa depan. Anak menjadi korban yang paling rentan
terhadap kondisi tersebut. Di sisi lain, seorang anak perlu mendapatkan edukasi
yang baik untuk mampu beradaptasi dan bertahan di tengah situasi tersebut.
Merespon realita tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan
menganalisis ajaran resiliensi melalui kisah Nabi Ibrahim As. dalam
komunikasinya dengan Azar di dalam QS. Maryam ayat 41-48. Fokus kajian ini
didasarkan pada penafsiran Buya Hamka di dalam Tafsir Al-Azhar yang
diintegrasikan dengan psikologi modern untuk menjadi bahan edukasi bagi anak
yang mengalami konflik keluarga.
Penilitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi
kepustakaan (library research). Sumber data primer yang digunakan adalah hasil
penafsiran QS. Maryam ayat 41-48 di dalam Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka,
yang didukung oleh literatur-literatur di dalam bidang psikologi dan tafsir sebagai
sumber sekunder. Teknik analisis data menerapkan analisis isi model Klaus
Krippendorf untuk menghasilkan hasil penelitian yang terstruktur dan sistematis.
Adapun kerangka analisis yang diterapkan sebagai dasar pengodean untuk
membedah ajaran resiliensi di dalam penafsiran Buya Hamka yakni tujuh faktor
resiliensi yang dirumuskan oleh Reivich dan Shatte.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa melalui perspektif Tafsir AlAzhar,
sikap Nabi Ibrahim As. terhadap Azar dalam QS. Maryam ayat 41-48
merepresentasikan ketujuh indikator resiliensi Reivich dan Shatte. Kebaharuan
dalam penelitian ini mengidentifikasi bahwa kematangan spiritual sebagai puncak
katalisator aktif dalam membentuk pribadi yang resilien. Berdasarkan konteks
kisah Nabi Ibrahim As. dengan sang ayah, kematangan spiritual ini menjadi pusat
mekanisme coping yang holistik. Anak diedukasi untuk mengelola krisis tekanan
dengan menjadikan tauhid sebagai sandaran utama di atas indikator lainnya,
sehingga mengoptimalkan kemampuan resiliensinya.
Kata Kunci: Ajaran Resiliensi, Kisah Nabi Ibrahim, Peran Ayah, Tafsir Al-Azhar
Ketersediaan
| SK202620059.1 | 2x1 JAN a c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 JAN a c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
109 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 JAN a c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Hanifah As Sa’diyah Jannati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






