ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
Resepsi Fungsional Santri Tahfidz Terhadap QS. Al-Insyirah Ayat 5-6 (Kajian Fenomenologi di Pondok Pesantren Darussalam Kacangan)
Penelit ian ini bertujuan untuk mengkaji resepsi fungsional santri tahfidz
terhadap QS. Al-Insyirah ayat 5–6 serta relevansinya dalam proses menghafal AlQur’an
di Pondok Pesantren Darussalam Kacangan. Kajian ini dilatarbelakangi
oleh pentingnya memahami Al-Qur’an tidak hanya sebagai teks normat if, tetapi
juga sebagai realitas yang hidup dalam praktik keseharian santri (Living Qur’an).
Fokus penelit ian ini adalah bagaimana santri memaknai QS. Al-Insyirah ayat 5-6
dan bagaimana pemaknaan QS. Al-Insyirah ayat 5-6 diinternalisasikan dalam
menghadapi berbagai tantangan selama proses menghafal Al-Qur’an.
Penelit ian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelit ian lapangan
(field research) dan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara
mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap lima santri tahfidz yang dipilih
secara purposive sampling. Lokasi penelit ian dilakukan di Pondok Pesantren
Darussalam Desa Kacangan, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Analisis
data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan dengan menggunakan teori Living Qur’an serta konstruksi sosial Peter
L. Berger dan Thomas Luckmann.
Hasil penelit ian menunjukkan bahwa resepsi fungsional santri terhadap QS.
Al-Insyirah ayat 5–6 terbagi ke dalam dua bentuk utama. Pertama, tiga informan
memaknai QS. Al-Insyirah ayat 5-6 sebagai penegasan janji Allah bahwa setiap
kesulitan akan diiringi kemudahan, yang melahirkan sikap optimisme dan
ketahanan spiritual. Kedua, adapun dua informan yang lain memaknai QS. AlInsyirah
ayat 5-6 sebagai pemaknaan yang menekankan pent ingnya ikht iar dan
kesabaran untuk syarat hadirnya kemudahan. Pemaknaan tersebut tidak hanya
bersifat kognit if, tetapi juga diinternalisasi dalam bentuk sikap, perilaku, dan
strategi bertahan santri dalam menghadapi kesulitan menghafal Al-Qur’an, sepert i
menjaga konsistensi, mengelola emosi, dan memperkuat hubungan spiritual dengan
Allah SWT. Dengan demikian, penelit ian ini menegaskan bahwa QS. Al-Insyirah
ayat 5–6 berfungsi sebagai sumber motivasi, penguat psikologis, dan landasan nilai
dalam proses menghafal Al-Qur’an. Temuan ini memperkaya kajian Living Qur’an,
khususnya dalam konteks resepsi fungsional yang menghubungkan antara
pemaknaan teks dan praktik kehidupan santri tahfidz selama proses menghafal AlQur’an.
Kata kunci: Konstruksi sosial, QS. Al-Insyirah, Resepsi fungsional, Santri tahfidz.
Ketersediaan
| SK202620055.1 | 2x1 WUL r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 WUL r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
144hlm, 30cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 WUL r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Fitri Wulandari
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






