Image of REFLEKSI AYAT-AYAT ṬUMA’NINAH DI MEDIA DIGITAL: ANALISIS HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR TERHADAP KONTEN TIKTOK @zatiyah_quranjournaling

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

REFLEKSI AYAT-AYAT ṬUMA’NINAH DI MEDIA DIGITAL: ANALISIS HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR TERHADAP KONTEN TIKTOK @zatiyah_quranjournaling



Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik refleksi ayatayat

ṭuma’ninah pada konten Qur’an journaling akun TikTok
@zatiyah_quranjournaling serta menganalisis konstruksi makna ketenangannya
melalui perspektif hermeneutika Paul Ricoeur. Fenomena ini dikaji sebagai upaya
membumikan Al-Qur’an secara reflektif dan kontekstual di ruang dakwah digital
sebagai respons atas isu kesehatan mental masyarakat modern.
Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik pengumpulan data berupa
dokumentasi sistematis terhadap konten, caption, dan komentar audiens, serta
teknik wawancara mendalam dengan kreator dan pengikut akun. Keabsahan data
dijamin melalui triangulasi metode dengan membandingkan hasil dokumentasi dan
wawancara. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan hermeneutika Paul
Ricoeur: 1) Explanation (penjelasan teks) untuk membedah struktur otonom teks
digital; 2) Understanding (pemahaman makna) untuk mengungkap dunia makna
yang ditawarkan teks; dan 3) Appropriation (apropriasi makna) untuk membaca
bagaimana makna diinternalisasikan oleh audiens.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik refleksi ayat ṭuma’ninah
pada akun ini bersifat praktis dan reflektif dengan sintesis rujukan tafsir yang luas,
mulai dari klasik hingga kontemporer (seperti Tafsir Al-Qurthubi, Ibnu Katsir, AlMunir,
hingga
Al-Misbah).
Meskipun
menggunakan
rujukan
yang
beragam,
narasi

yang

dibangun memiliki corak dominan adabi ijtima’i yang dipengaruhi oleh
optimisme Tafsir Al-Azhar. Konstruksi makna ketenangan terjadi melalui
sinkronisasi elemen visual minimalis dan audio dengan genre pop yang berfungsi
sebagai “filter kognitif” di tengah riuh informasi digital. Tahap understanding
mengungkap makna Al-Qur’an sebagai “Pelukan Spiritual” yang relevan secara
personal. Tahap appropriation menunjukkan bahwa audiens menyerap makna
tersebut sebagai “Ruang Jeda” dan imunitas spiritual guna mencapai stabilitas batin.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa Qur’an journaling berhasil menghadirkan
dunia makna baru yang fungsional bagi kesehatan mental audiens melalui
perpaduan estetika digital dan validitas pesan wahyu.
Kata Kunci: Refleksi Al-Qur’an, Ṭuma’ninah, Qur’an Journaling, TikTok, Paul
Ricoeur


Ketersediaan

SK202620050.12x1 AZZ r c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 AZZ r c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
183 hal, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 AZZ r c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.