ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
HERMENEUTIKA DALAM TAFSIR AL-QUR’AN MENURUT FAHMI SALIM
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya sikap pro dan kontra terhadap
penggunaan hermeneutika dalam tafsir Al-Qur’an. Salah satu tokoh yang kontra
hermeneutika adalah Fahmi Salim. Melihat sikap kontra hermeneutika tersebut,
maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pandangan, aplikasi, dan
implikasi hermeneutika dalam tafsir Al-Qur’an menurut pemikiran Fahmi Salim.
Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research) dan metode pengumpulan data berupa dokumentasi.
Sumber data primer diperoleh dari dua buku karya Fahmi Salim yang berjudul
Kritik terhadap Studi Al-Qur’an Kaum Liberal dan juga buku Tafsir Sesat: 58 Esai
Kritis Wacana Islam di Indonesia yang tepatnya bagian 2: membongkar virus
liberalisme Islam, poin ke-14 Mengapa Kita Menolak Hermeneutika?. Data
sekunder diambil dari berbagai artikel, jurnal, dan buku yang relevan terhadap topik
penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika menurut Fahmi Salim
dipahami sebagai metode penafsiran yang menekankan aspek sejarah, konteks
sosial, dan peran pembaca dalam memahami teks. Dalam pandangannya, metode
ini berasal dari tradisi Barat dan berkembang dari kajian terhadap Bibel, kemudian
diterapkan dalam studi Al-Qur’an oleh kalangan orientalis dan sebagian pemikir
Muslim modern. Fahmi Salim menilai bahwa hermeneutika berpotensi menggeser
otoritas Al-Qur’an, membuka ruang penafsiran yang terlalu bebas. Aplikasi
pemikirannya dengan cara mengkritik metode hermeneutika Barat dan memperkuat
cara tafsir ulama terdahulu (klasik). Penerapan ini terlihat dalam menjaga arti ayat
hukum agar tidak diubah-ubah, menolak pemikiran tokoh modern yang terlalu
bebas, membatasi pendapat pribadi pembaca, dan membela keaslian mushaf AlQur’an
saat ini. Implikasi dari pemikiran ini memiliki dua sisi. Sisi positifnya,
pemikiran ini berhasil menjaga kesucian Al-Qur’an, mempertahankan kemurnian
ajaran Islam, dan membuat umat lebih hati-hati terhadap pemikiran Barat. Namun
tantangannya, pemikiran ini membuat ruang untuk pembaruan tafsir menjadi
terbatas, mempersempit ruang diskusi, dan membuat tafsir terasa kurang menjawab
tantangan zaman modern.
Kata kunci: Hermeneutika, Tafsir Al-Qur’an, Fahmi Salim.
Ketersediaan
| SK202620049.1 | 2x1 PRA b c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 PRA b c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
118 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 PRA b c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Ahmad Bagus Prasetio
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






