Image of HIFZ AL-BI’AH DALAM TAFSIR TEMATIK KEMENAG: Analisis Social Ecology Atas Q.S. Al-Baqarah[2]: 11-12 dan 205

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

HIFZ AL-BI’AH DALAM TAFSIR TEMATIK KEMENAG: Analisis Social Ecology Atas Q.S. Al-Baqarah[2]: 11-12 dan 205



Lingkungan hidup manusia mengalami dinamika perubahan, ditinjau dari
Environmental Performance Index (EPI) tahun 2024, Indonesia berada pada
peringkat ke-163 dari total 180 negara dalam indeks global dengan skor rendah
yaitu 33,6 dari 100 poin. Contoh yang banyak ditemukan adalah kerusakan alam
melalui aktivitas penambangan tanah, penebangan hutan untuk lahan terbuka,
pembuangan limbah ke laut, dan bencana alam lainnya oleh tindakan manusia itu
sendiri. Akibatnya terjadi eksploitasi, hierarki sosial, dominasi di masyarakat yang
ditinjau dari akator perilaku manusia. Hal ini bertantangan dengan Surat Al-
Baqarah ayat 11-12 dan 205 tentang larangan kerusakan lingkungan. Penelitian ini
bertujuan untuk; mendeskripsikan penafsiran Tafsir Tematik Kemenag terhadap
Surat Al-Baqarah ayat 11-12 dan 205 serta merelevansi konsep Hifz Al-Bi’ah dari
bagian Maqashid Syari'ah yang dikembangkan pada era kontemporer.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan berbasis studi
kepustakaan (library research) dengan pendekatan normatif. Sumber data primer
diambil dari penafsiran dalam Tafsir Tematik Kemenag terhadap Surat Al-Baqarah
ayat 11-12 dan 205. Data sekunder diambil dari berbagai literatur akademik (buku,
jurnal, skripsi, dan tesis) serta media massa kredibel yang relevan terhadap topik
penelitian. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi lalu dikuatkan dengan
keabsahan data (triangulasi) berupa triangulasi teori. Selanjutnya, data dianalisis
dengan teori Social Ecology Murray Bookchin.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penafsiran Surat Al-Baqarah ayat 1112

dan 205 dengan detail. Penafsiran tersebut ada argumen tentang fenomena
kerusakan lingkungan. Tafsir tematik menjelaskan kerusakan berasal dari tatanan
sosial yang menyimpang pada nilai-nilai ilahi, serta ada kemiripan terhadap
prespektif teori Social Ecology yang menjawab bahwa kerusakan bukan sebuah
musibah akan tetapi tersistematika oleh kekuasaan. Keduanya sama-sama memiliki
agenda melindungi alam melalui pelestarian lingkungan dan keadilan terhadap
tatanan sosial. Social Ecology menjadikan Konsep Dominasi (The Concept of
Domination) sebagai perlindungan moral penguasa. Hierarki Sosial (Social
Hierarchy) sebagai perlindungan terhadap tatanan sosial yang berkeadilan dan
berkelanjutan. Mentalitas Eksploitasi (Exploitative Mentality) sebagai pencegah
dari sifat-sifat yang menyimpang dari kerusakan. Maka dengan konsep Hifz AlBi’ah

sebagai landasan normatif, karena mengatur hubungan manusia dengan
lingkungan, juga alat kritik terhadap cara manusia menggunakan kekuasaan yang
tidak sesuai dengan amanah dan tanggungjawab dalam sarana menjaga
keseimbangan.

Kata Kunci: Hifz Al-Bi’ah, Kerusakan Lingkungan, Social Ecology, Tafsir Tematik
Kemenag


Ketersediaan

SK202620048.12x1 JAF h c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 JAF h c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
115 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 JAF h c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.