Image of PENAFSIRAN PERISTIWA MI’RAJ DALAM QS. AN-NAJM AYAT 7-18 PERSPEKTIF ATH-THABARI

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

PENAFSIRAN PERISTIWA MI’RAJ DALAM QS. AN-NAJM AYAT 7-18 PERSPEKTIF ATH-THABARI



Penelit ian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi pemahaman
yang dibangun oleh Muhammad Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam menafsirkan QS. AnNajm

ayat 7-18 tentang peristiwa Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dan untuk
menganalisis penafsiran Ath-Thabari terhadap QS. An-Najm ayat 7-18 terkait
menggunakan teori hermeneutika Jorge Gracia guna menghasilkan pesan-pesan
teologis dari perist iwa Mi’raj yang digambarkan dalam QS. An-Najm ayat7-18
Jenis penelit ian ini adalah studi kepustakaan atau library research dengan
menggunakan pendekatan kualitat if deskriptif. Sumber data primer dalam
penelit ian ini adalah Kitab Tafsir Jami’ Al-Bayan ‘An Ta’wil Ayy Al-Qur’an karya
Imam Ath-Thabari. Data sekunder dalam penelit ian ini diambil dari buku, artikel
jurnal dan karya ilmiah yang berkaitan dengan judul pembahasan. Data dalam
penelit ian ini dikumpulkan dengan teknik dokumentasi. Yaitu dengan melakukan
kajian yang diperoleh dari tafsir Ath-Thabari terhadap QS. An-Najm ayat 7-18 dan
menganalisis secara mendalam penafsiran tersebut dengan menggunakan teori
hermeneutika Jorge Gracia.
Hasil penelit ian ini menunjukkan bahwa Ath-Thabari menafsirkan QS. AnNajm

ayat 7-18 dengan memadukan aspek riwayat, kebahasaan, dan ilmiah yang
objektif dan tetap menjaga kemurnian teks. Melalui penafsiran Ath-Thabar i
terhadap QS. An-Najm ayt 7-18, Mi’raj dipahami sebagai pengalaman spiritual
Nabi Muhammad SAW yang menggambarkan proses penerimaan wahyu melalui
perantara Malaikat Jibril. Mi’raj juga menggambarkan tentang penolakan kaum
musyrik terhadap kebenaran yang disampaikan Nabi. Mi’raj juga memberikan
gambaran yang memperlihatkan tanda-tanda kebesaran Allah SWT melalui
pendeskripsian tentang riwayat -riwayat yang dipaparkan Ath-Thabari mengenai hal
tersebut. Dengan menggunakan teori hermeneutika Jorge Gracia terhadap
penafsiran Ath-Thabari, Mi’raj t idak hanya dipahami sebagai perjalanan Nabi
Muhammad semata, namun memiliki pesan mendalam di balik set iap ayatnya.
Pesan mendalam dibalik perist iwa Mi’raj dalam QS. An-Najm ayat 7-18 sebagai
berikut: Wahyu merupakan sumber kebenaran, Keselarasan hat i dalam memahami
kebenaran Ilahi, Orientasi perjalanan hidup manusia adalah Allah SWT, dan
Mengimani segala bentuk keagungan Allah SWT


Kata Kunci: Perist iwa Mi’raj, QS. An-Najm Ayat 7-18, Tafsir Ath-Thabari,
Hermeneutika Jorge Gracia


Ketersediaan

SK202620046.12x1 HAM p c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 HAM p c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
120 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 HAM p c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.