ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP PENGGUNAAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN DALAM EPISODE TERPILIH ANIMASI IBRA BERKISAH
Perkembangan media digital telah melahirkan berbagai bentuk penafsiran
yang lebih efektif dan edukatif, salah satunya melalui animasi Ibra Berkisah.
Transformasi ayat-ayat al-Qur'an ke dalam media visual memungkinkan pesan
agama disampaikan secara lebih mudah kepada anak-anak, namun juga
menghadirkan proses pemaknaan melalui dialog, narasi, dan visual. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis penggunaan ayat-ayat al-Qur'an dalam episode
terpilih animasi Ibra Berkisah serta mengkaji penggunaan ayat tersebut melalui
Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research). Sumber data primer berupa lima episode animasi
Ibra Berkisah dan data sekunder berasal dari kitab, buku, jurnal terkait penelitian.
Data dikumpulkan melalui observasi dan dokumentasi, kemudian dianalisis
menggunakan model Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yang meliputi
dimensi teks, praktik wacana, dan praktik sosial.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan ayat-ayat al-Qur'an
dalam animasi Ibra Berkisah berfungsi sebagai sarana penyampaian nilai-nilai
Islam dalam setiap episode. Ayat-ayat tersebut diintegrasikan melalui dialog,
narasi, dan visual untuk memudahkan pemahaman penonton. Sebagian visual
berfungsi sebagai media penafsira, visual sebagai penguat makna, sedangkan
sebagian lainnya berfungsi sebagai hiburan. Berdasarkan analisis wacana kritis
Norman Fairclough, pada dimensi teks ditemukan bahwa ayat-ayat tersebut
dikonstruksi melalui tema cerita, narasi, dialog tokoh, visual pendukung, serta
makna eksplisit dan implisit yang dibangun dalam setiap episode. Pada praktik
wacana, ayat ditransformasikan menjadi media dakwah digital yang membangun
wacana tentang tauhid, kasih sayang, pengendalian diri, tanggung jawab, dan
kesabaran. Adapun pada praktik sosial, relasi kekuasaan tampak melalui
penggunaan ayat al-Qur’an dan hadis sebagai sumber otoritatif yang digunakan
kreator untuk mengarahkan pemahaman serta perilaku penonton. Penelitian ini
menunjukkan bahwa penggunaan ayat-ayat al-Qur’an dalam animasi tidak hanya
berfungsi sebagai kutipan keagamaan, tetapi juga sebagai praktik diskursif yang
membentuk pemahaman keagamaan anak di era digital.
Kata Kunci: Analisis Wacana Kritis, Ayat-ayat al-Qur’an, Animasi Ibra Berkisah,
Media Tafsir.
Ketersediaan
| SK202620045.1 | 2x1 ROS a c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 ROS a c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
134 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 ROS a c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Luthfiyana Fitri Rosyidah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






