Image of ANALISIS PEMAKNAAN LAFADZ “AN-NAFS” DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK AL-WUJŪH WA AN-NAẒĀ’IR MUQĀTIL BIN SULAIMĀN)

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

ANALISIS PEMAKNAAN LAFADZ “AN-NAFS” DALAM AL-QUR’AN (KAJIAN SEMANTIK AL-WUJŪH WA AN-NAẒĀ’IR MUQĀTIL BIN SULAIMĀN)



Lafadz an-nafs merupakan salah satu lafadz dalam Al-Qur’an yang
memiliki keragaman makna dan tersebar pada berbagai ayat dengan konteks yang
berbeda. Keragaman tersebut menjadikan an-nafs sebagai salah satu objek penting
dalam kajian al-Wujūh wa an-Nazā’ir, yaitu disiplin ilmu yang membahas
perbedaan makna suatu lafadz yang sama berdasarkan konteks penggunaannya
dalam AL-Qur’an. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya kajian
yang secara khusus menganalisis lafadz an-nafs menggunakan al-Wujūh wa anNazā’ir

perspektif Muqātil bin Sulaimān sebagai salah satu tokoh perintis dalam
bidang tersebut.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitif deskriftif-analitis. Sumber data primer yang digunakan adalah
kitab al-Wujūh wa an-Nazā’ir fī al-Qur’ān al-‘Aẓīm karya Muqātil bin Sulaimān,
sedangkan sumber data sekundernya berupa kitab tafsir, buku, jurnal dan karya
ilmiah yang relevan dengan penelitian. Data dikumpulkan melalui teknik
dokumentasi dan dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis)
yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Dalam
proses analisis, setiap ayat yang memuat lafadz an-nafs diklasifikasikan
berdasarkan kategori makna yang ditetapkan oleh Muqātil bin Sulaimān.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Muqātil bin Sulaimān, alWujūh

wa an-Naẓā’ir merupakan kajian terhadap satu lafadz yang sama tetapi
memiliki makna yang berbeda sesuai konteks ayatnya. Lafadz an-nafs dalam AlQur’an

memiliki enam wujūh (ragam makna), yaitu: al-qulūb (hati), al-insān bi
‘ainihi (manusia itu sendiri), ba’ḍukum ba’ḍan (sesama manusia), rūḥ al-insān (ruh
atau nyawa manusia), ahlu dīnikum (sesama pemeluk agama), dan jinsukum
(golongan atau jenis yang sama). Temuan ini menunjukkan bahwa makna an-nafs
dalam Al-Qur’an tidak hanya merujuk pada jiwa dalam pengertian psikologis, tetapi
juga mencakup dimensi spiritual, sosial, dan eksistensial manusia. Dengan
demikian, pendekatan al-Wujūh wa an-Naẓā’ir memberikan kontribusi penting
dalam memahami keluasan makna lafadz Al-Qur’an secara lebih komprehensif dan
kontekstual.
Kata Kunci: al-Wujūh wa an-Naẓā’ir, an-nafs, Muqātil bin Sulaimān


Ketersediaan

SK202620041.12x1 RAM a c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 RAM a c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
89 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 RAM a c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.