ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
ANALISIS FONOSEMANTIK QIRĀ’ĀT SAB‘AH PADA QS. AḌ-ḌUḤĀ [93] 1-11: PERSPEKTIF TAFSĪR LINGUISTIK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik variasi bunyi
dalam qirā’āt sab‘ah pada QS. Aḍ-Ḍuḥā serta mengkaji implikasinya terhadap
nuansa makna ayat melalui pendekatan fonosemantik dalam perspektif tafsīr
linguistik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya keragaman bacaan qirā’āt
yang tidak hanya menunjukkan perbedaan pelafalan, tetapi juga berpotensi
menghadirkan nuansa makna yang berbeda.
Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan jenis penelitian
dokumentasi. Data primer diperoleh dari kitab-kitab qirā’āt sab’ah dan tafsir
linguistik, terutama al-Kashshāf karya al-Zamakhsyarī dan al-Baḥr al-Muḥīṭ karya
Abū Ḥayyān al-Andalusī. Analisis data dilakukan dengan pendekatan fonologi
Arab dan teori al-munāsabah al-ṣawtiyyah Ibn Jinnī untuk mengungkap hubungan
antara karakteristik bunyi dan nuansa makna yang dihasilkan oleh variasi qirā’āt
sab’ah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi qirā’āt sab‘ah pada QS. AḍḌuḥā
didominasi oleh fenomena fonologis berupa imālah kubrā, taqlīl (imālah
ṣughrā), fatḥ, tarqīq, saktah, dan variasi kadar madd yang terkonsentrasi pada
bagian fawāṣil (akhir ayat), khususnya pada lafaz-lafaz yang berakhir dengan alif
maqṣūrah. Variasi tersebut menghasilkan perbedaan konfigurasi artikulatoris dan
karakter akustik yang membentuk spektrum bunyi dari vokal terbuka yang tegas
hingga vokal miring yang lembut. Dari aspek fonosemantik, variasi bunyi tersebut
tidak mengubah makna dasar ayat, tetapi menghadirkan gradasi nuansa makna yang
berbeda. Bacaan imālah dan taqlīl cenderung menghasilkan kesan fonetik yang
lembut, tenang, dan meneduhkan sehingga selaras dengan tema penghiburan dan
peneguhan hati Rasulullah SAW. dalam QS. Aḍ-Ḍuḥā. Sebaliknya, bacaan fatḥ
menghadirkan kesan yang lebih terbuka, jelas, dan tegas sehingga memperkuat
dimensi penegasan, jaminan, dan janji ilahi yang terkandung dalam ayat-ayatnya.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa keragaman qirā’āt sab’ah tidak hanya
merepresentasikan variasi riwayat bacaan, tetapi juga mengandung dimensi estetika
dan semantik yang memperkaya pemahaman terhadap makna Al-Qur’an. Variasi
bunyi dalam qirā’āt sab’ah berfungsi sebagai instrumen retoris yang turut
memperkuat pesan semantik ayat melalui nuansa makna yang berbeda. Secara
teoretis, penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan fonosemantik dapat
menjadi alternatif metodologis dalam studi Al-Qur’an kontemporer, khususnya
dalam mengintegrasikan kajian qirā’āt, fonologi Arab, dan tafsīr linguistik. Dengan
demikian, qirā’āt sab‘ah pada QS. Aḍ-Ḍuḥā dapat dipahami sebagai salah satu
manifestasi kemukjizatan bahasa Al-Qur’an yang memperlihatkan hubungan
harmonis antara bunyi, makna, dan pengalaman spiritual.
Kata Kunci: qirā’āt sab‘ah, QS. Aḍ-Ḍuḥā, fonosemantik, Ibn Jinnī, tafsīr
linguistik, nuansa makna ayat
Ketersediaan
| SK202620039.1 | 2x1 AMA a c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 AMA a c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
119 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 AMA a c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Aliya Savana Amanullah
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






