Image of TRANSFORMASI PEMAHAMAN NABI MUSA PADA TIGA PERISTIWA BERSAMA KHIDIR: ANALISIS TRANSFORMATIVE LEARNING THEORY MEZIROW DALAM TAFSIR AL-MISBAH

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

TRANSFORMASI PEMAHAMAN NABI MUSA PADA TIGA PERISTIWA BERSAMA KHIDIR: ANALISIS TRANSFORMATIVE LEARNING THEORY MEZIROW DALAM TAFSIR AL-MISBAH



enelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses transformasi pemahaman
Nabi Musa pada tiga peristiwa bersama Khidir berdasarkan perspektif Quraish
Shihab dalam Tafsir Al-Misbah, serta memetakan proses tersebut ke dalam tahapan
Transformative Learning Theory (TLT) Mezirow melalui narasi dan penjelasan
yang terdapat dalam Tafsir Al-Misbah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
pentingnya memahami kisah Al-Qur’an tidak hanya sebagai sumber nilai moral,
tetapi juga sebagai rangkaian peristiwa yang menunjukkan proses perubahan
pemahaman tokoh. Selama ini, kajian terhadap kisah Nabi Musa dan Khidir
cenderung menitikberatkan pada aspek moral dan etika, sementara analisis terhadap
perubahan pemahaman tokoh secara sistematis masih jarang dilakukan.
Penelitian ini menggunakan data kualitatif dengan jenis penelitian
kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi terhadap sumber-sumber tertulis, dengan sumber data primer berupa
Tafsir Al-Misbah, khususnya penafsiran terhadap tiga peristiwa utama dalam kisah
Nabi Musa dan Khidir, yaitu peristiwa perahu, pembunuhan anak, dan perbaikan
dinding. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis dengan
Transformative Learning Theory yang difokuskan pada tiga tahapan utama, yaitu
disorienting dilemma, critical reflection, dan reframing.
Hasil penelitian transformasi pemahaman Nabi Musa berlangsung secara
bertahap melalui pengalaman yang mengguncang kerangka pemahaman yang
digunakannya. Dalam Tafsir Al-Misbah, Quraish Shihab menggambarkan bahwa
respons keberatan dan pertanyaan Nabi Musa muncul ketika pengalaman yang
dihadapi tidak sesuai dengan pengetahuan lahiriah dan prinsip syariat yang
dipahaminya. Tahap disorienting dilemma tampak pada peristiwa perahu dan
pembunuhan anak yang menunjukkan ketidaksesuaian antara pengalaman dan
pemahaman awal. Proses tersebut berkembang menuju critical reflection setelah
Khidir menjelaskan hikmah di balik seluruh peristiwa, yang kemudian mengarah
pada reframing berupa terbentuknya perspektif baru yang lebih luas dalam
memahami hubungan antara realitas lahiriah dan hikmah Ilahi. Dengan demikian,
transformasi yang terjadi tidak menunjukkan perubahan terhadap prinsip syariat,
melainkan perluasan perspektif dalam memahami realitas dan hikmah Allah.
Kata Kunci: Khidir, Nabi Musa, Tafsir Al-Misbah, Transformasi Pemahaman,
Transformative Learning Theory.


Ketersediaan

SK202620038.12x1 AUL t c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 AUL t c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
115 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 AUL t c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.