Image of KESEHATAN JASMANI DALAM Q.S. AL-BAQARAH: 247 ANALISIS HERMENEUTIKA TENTANG OLAHRAGA SEBAGAI IKHTIAR DAN SYUKUR

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KESEHATAN JASMANI DALAM Q.S. AL-BAQARAH: 247 ANALISIS HERMENEUTIKA TENTANG OLAHRAGA SEBAGAI IKHTIAR DAN SYUKUR



Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna kesehatan jasmani
dalam Q.S. Al-Baqarah ayat 247 serta mengkontekstualisasikannya dalam
pemahaman olahraga sebagai bentuk ikhtiar dan syukur atas nikmat kesehatan
jasmani. Permasalahan penelitian ini berangkat dari kecenderungan penafsiran
ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan aspek jasmani yang masih bersifat
normatif dan kurang terhubung dengan realitas kehidupan modern, khususnya
praktik aktivitas fisik dan olahraga. Oleh karena itu, penelitian ini merumuskan
dua pertanyaan utama, yaitu bagaimana makna kesehatan jasmani dalam Q.S. AlBaqarah:

247 berdasarkan analisis hermeneutika, serta bagaimana relevansi
makna ayat tersebut dalam memahami olahraga sebagai ikhtiar dan ekspresi
syukur dalam konteks kehidupan kontemporer.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan
kepustakaan (library research). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui
dokumentasi terhadap sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber primer
berupa teks Al-Qur’an, khususnya Q.S. Al-Baqarah ayat 247, sedangkan sumber
sekunder meliputi kitab-kitab tafsir klasik dan kontemporer, karya-karya
hermeneutika Al-Qur’an, terutama pemikiran Fazlur Rahman, serta literatur
ilmiah yang relevan dengan tema kesehatan jasmani dan olahraga. Analisis data
dilakukan dengan menggunakan pendekatan hermeneutika Fazlur Rahman
melalui teori Double Movement, yaitu dengan menelusuri konteks historis ayat
untuk menemukan prinsip moral universal, kemudian mengontekstualisasikannya
ke dalam realitas kehidupan modern.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesehatan jasmani dalam Q.S. AlBaqarah

ayat 247 dipahami sebagai kualitas fisik yang bersifat fungsional dan
strategis dalam menunjang pelaksanaan amanah sosial dan kepemimpinan.
Konsep al-jism tidak dimaknai sebagai aspek biologis semata, melainkan sebagai
kondisi tubuh yang kuat, sehat, dan produktif. Melalui kontekstualisasi
hermeneutika, penelitian ini menemukan bahwa olahraga dapat dipahami sebagai
bentuk ikhtiar manusia dalam menjaga amanah tubuh sekaligus sebagai
manifestasi syukur yang aktif atas nikmat kesehatan jasmani yang dianugerahkan
Allah SWT. Dengan demikian, kesehatan jasmani dalam perspektif Al-Qur’an
memiliki dimensi teologis, etis, dan praktis yang relevan dengan kehidupan
modern.

Kata Kunci: Hermeneutika Fazlur Rahman, Ikhtiar dan Syukur, Olahraga,
Kesehatan Jasmani, Q.S. Al-Baqarah: 247


Ketersediaan

SK202620036.12x1 ASY k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 ASY k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
105 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 ASY k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.