Image of MAKNA KHASYYAH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

MAKNA KHASYYAH DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS SEMANTIK TOSHIHIKO IZUTSU



Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui makna kata khasyyah dalam AlQur’an
dengan
pendekatan
semantik,
serta
untuk menemukan
pemaknaan
yang
baru

yang

dapat diimplementasikan dalam kehidupan saat ini. Latar belakang penelitian
ini adalah karena khasyyah secara bahasa dimaknai hanya sebagai rasa takut yang
dilandasi oleh pengetahuan. Namun nyatanya di dalam Al-Qur’an, kata ini memiliki
beragam makna yang berbeda-beda dan terkadang jauh dari pemaknaan khasyyah
secara bahasa.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode semantik Toshihiko Izutsu.
Penelitian ini bersifat kualitatif dan termasuk penelitian library research (penelitian
kepustakaan). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap
sumber-sumber primer dan sekunder. Sumber primer berupa teks Al-Qur’an yang
mengandung kata khasyyah. Sedangkan sumber sekunder meliputi kitab-kitab tafsir
klasik dan kontemporer, karya-karya Toshihiko Izutsu, serta pemikirannya, dan
literatur ilmiah yang relevan dan berkaitan dengan khasyyah dalam Al-Qur’an
Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa khasyyah memiliki makna
dasar harapan, takut, dan pengetahuan. Adapun, makna relasional khasyyah meliputi
kata تنع, قھر,
َ
س
ِٕ
ى
َ
ي ,فاخ dan khasyyah berkorelasi dengan kata khauf, rahbah, wajal,
serta taqwa. Weltanschauung dari khasyyah dimaknai sebagai khasyyah bukan hanya
sebagai rasa takut biasa, namun ia bertransformasi menjadi rasa menghamba kepada
Allah. Dalam pandangan dunia Al-Qur’an, kata khasyyah ditempatkan dengan
konsep taqwa, iman, pengetahuan, serta pengagungan. Sehingga khasyyah dimaknai
sebagai rasa takut yang dilandasi oleh pengetahuan akan Allah. Semakin tinggi
khasyyah seseorang maka semakin tinggi pula ketakwaan, keimanan dan
pengagungan terhadap Allah ﷻ.
Implementasi khasyyah mencakup 3 hal yaitu hubungan manusia dengan
Allah, hubungan manusia dengan manusia, dan hubungan manusia dengan lam.
Dengan adanya pengamalan khasyyah di dalam kehidupan, maka seseorang akan
lebih bijak dalam menjalani kehidupannya.

Kata kunci: Al-Qur’an, Izutsu, Khasyyah, Semantik


Ketersediaan

SK202620035.12x1 NAI m c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 NAI m c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
112 hlm , 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 NAI m c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.