Image of KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR TERHADAP AYAT-AYAT DISABILITAS DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS HERMENEUTIKA

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KAJIAN TAFSIR IBNU KATSIR TERHADAP AYAT-AYAT DISABILITAS DALAM AL-QUR’AN: ANALISIS HERMENEUTIKA



Fenomena disabilitas merupakan realitas sosial yang terus hadir dalam
kehidupan modern. Penyandang disabilitas masih kerap menghadapi diskriminasi,
stigma sosial, keterbatasan akses pendidikan dan pekerjaan, serta perlakuan yang
merendahkan martabat kemanusiaan. Kondisi tersebut menunjukkan adanya
kesenjangan antara nilai-nilai keadilan sosial dengan praktik kehidupan masyarakat
terhadap penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayat-ayat disabilitas dalam Al-Qur’an serta
mengkaji relevansi nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bagi penyandang
disabilitas pada masa kini.
Penelitian ini bersifat kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan
(library research). Sumber data primer berupa Tafsir Ibnu Katsir, sedangkan sumber
data sekunder diperoleh dari berbagai karya ilmiah, laporan penelitian, data
statistik, dan referensi lain yang berkaitan dengan disabilitas. Analisis penelitian
menggunakan teori hermeneutika Double Movement Fazlur Rahman untuk
memahami konteks historis penafsiran sekaligus mengaktualisasikan nilai moral
ayat dalam konteks sosial kontemporer.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penafsiran Ibnu Katsir terhadap ayatayat
disabilitas,
yaitu
QS.
‘Abasa
[80]:1–10,
QS. An-Nur
[24]:61,
dan
QS. Al-Fath

[48]:17

tidak hanya memuat aspek historis dan hukum, tetapi juga mengandung
nilai universal berupa keadilan, kesetaraan, penghormatan terhadap martabat
manusia, penghapusan stigma sosial, serta penyesuaian kewajiban berdasarkan
kemampuan individu. Nilai-nilai tersebut relevan dengan problem disabilitas masa
kini, khususnya dalam bidang pendidikan dan pekerjaan yang masih diwarnai
diskriminasi dan keterbatasan akses. Aktualisasi nilai-nilai tersebut dapat
diwujudkan melalui pendidikan inklusif, penyediaan fasilitas ramah disabilitas,
serta kebijakan sosial yang menjamin kesetaraan hak bagi penyandang disabilitas.
Dengan demikian, tafsir Ibnu Katsir tetap relevan sebagai landasan etis dalam
membangun perspektif Islam yang inklusif dan berkeadilan terhadap penyandang
disabilitas di era modern.

Kata Kunci: Disabilitas, double movement, inklusivitas, tafsir Ibnu Katsir


Ketersediaan

SK202620032.12x1 CHA k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 CHA k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
124 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 CHA k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.