Image of KONSEP HIDAYAH DALAM TAFSIR HIDAYATUL INSAN KARYA ABU YAHYA MARWAN BIN MUSA

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KONSEP HIDAYAH DALAM TAFSIR HIDAYATUL INSAN KARYA ABU YAHYA MARWAN BIN MUSA



enelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya ketidakseimbangan pemahaman
masyarakat dalam memandang hidayah, yang sering kali terjebak pada sikap pasif
karena menganggapnya sebagai hak mutlak Tuhan semata tanpa melibatkan peran
aktif manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis: bagaimana penafsiran
ayat-ayat hidayah dalam Tafsir Hidayatul Insan karya Abu Yahya Marwan bin
Musa? Dan bagaimana konsep hidayah dalam tafsir tersebut ditinjau dari Teori
Tingkatan Hidayah (Maratibul Hidayah) Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah?
Penelitian ini menggunakan teori tingkatan hidayah (Maratibul Hidayah)
yang dirumuskan oleh Ulama klasik Ibnu al-Qayyim al-Jauziyyah. Teorinya terbagi
menjadi empat tingkatan, diantaranya; Hidayah ‘Ammah, Hidayah Bayan, Hidayah
Taufiq, dan Hidayah Akhirat. Penelitian ini menganalisis tujuh ayat hidayah yang
dipilih berdasarkan representasi tingkatan hidayah menurut Ibnu al-Qayyim alJauziyyah.

Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi
pustaka (library research) pada kitab Tafsir Hidayatul Insan karya Abu Yahya
Marwan bin Musa. Sumber data primer menggunakan Tafsir Hidayatul Insan
bitafsiril Qur’an, Pengantar Kitab Minnatur Rahman fii Tafsiril Qur’an Takmilan
Likitab Hidayatil Insan bitafsiril Qur’an. Kemudian sumber data sekunder
diperoleh dari berbagai buku-buku ilmiah dan artikel-artikel jurnal yang berkaitan
dengan konsep hidayah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah
Teknik Dokumentasi (Documentary Study). Dokumentasi data dilakukan dengan
mengidentifikasi, menghimpun, dan mencatat secara sistematis seluruh sumber
yang relevan, baik berupa kitab tafsir, buku ilmiah, maupun artikel jurnal. Model
analisis data kualitatif Miles dan Huberman digunakan untuk analisis ini. Model ini
memiliki tiga langkah: yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan
kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian menunjukkan empat temuan utama: 1) Hidayah dalam tafsir
ini bersifat dinamis dan bertingkat, mencakup potensi dasar makhluk, penjelasan
wahyu, hingga kemampuan beramal; 2) Penafsiran Abu Yahya juga menunjukkan
kesesuaian dengan konteks ayat berdasarkan kajian asbāb al-nuzūl pada ayat-ayat
yang memiliki latar historis tertentu; 3) Berdasarkan teori Maratibul Hidayah Ibnu
Qayyim yang terdiri dari empat tingkatan hidayah, konsep hidayah terpetakan
menjadi tiga tingkatan utama yang menjadi temuan dalam penelitian ini, yaitu
hidayah ‘ammah, bayan, dan taufiq; 4) Terdapat relasi kausalitas di mana
kesungguhan manusia (mujahadah) dalam mencari kebenaran menjadi syarat
datangnya petunjuk dan ketakwaan dari Allah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa
hidayah merupakan perpaduan antara bimbingan Ilahi dan respons aktif manusia,
yang berdampak pada pentingnya integritas antara ilmu dan amal dalam kehidupan
beragama.
Kata Kunci: Hidayah, Ibnu Qayyim, Ikhtiar, Tafsir Hidayatul Insan, Takdir.


Ketersediaan

SK202620030.12x1 IMA k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 IMA k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
117 hlm, 30cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 IMA k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.