ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
KONSTRUKSI MAKNA AL-MAU’IẒAH AL-ḤASANAH DALAM QS. AN-NAḤL AYAT 125 PERSPEKTIF HERMENEUTIK PAUL RICOEUR
Penelit ian ini bertujuan untuk mengkaji dan mengonstruksi makna
al-mau‘iẓah al-ḥasanah dalam QS. An-Naḥl ayat 125 serta menelaah
signifikansinya dalam praktik dakwah kontemporer. Fokus penelit ian
diarahkan pada pemahaman posisi al-mau‘iẓah al-ḥasanah sebagai salah
satu metode dakwah yang disusun secara koordinatif dalam struktur
perintah ud‘u ilā sabīli rabbika, tanpa menjadikannya sebagai sifat dar i
metode bi al-ḥikmah maupun meleburkannya dengan al-mujādalah.
Dengan demikian, kajian ini menempatkan al-mau‘iẓah al-ḥasanah sebagai
metode dakwah yang dianalisis secara fokus berdasarkan struktur
kebahasaan dan konteks ayat perspektif hermeneutika Paul Ricoeur.
Penelit ian ini menggunakan metode kualitatif dengan jenis
penelit ian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan
adalah hermeneutik Paul Ricoeur yang meliputi tahapan pemahaman awal
(naive understanding), penjelasan struktural (explanation), dan pemahaman
reflektif (understanding). Sumber data utama penelit ian ini adalah AlQur’an,
khususnya QS. An-Naḥl ayat 125, yang didukung oleh kitab-kitab
tafsir klasik dan kontemporer, karya-karya Paul Ricoeur, serta literatur
ilmiah yang relevan dengan kajian dakwah dan et ika komunikasi Islam.
Hasil penelit ian menunjukkan bahwa al-mau‘iẓah al-ḥasanah dalam
QS. An-Naḥl ayat 125 merupakan metode dakwah yang memiliki karakter
afektif dan etis, yang dikonstruksi melalui struktur kebahasaan ayat,
relasinya dengan perintah ud‘u ilā sabīli rabbika, serta penggunaan bentuk
ma‘rifah pada frasa al-mau‘iẓah al-ḥasanah. Melalui pendekatan
hermeneutik Paul Ricoeur, al-mau‘iẓah al-ḥasanah dipahami t idak hanya
sebagai nasihat yang baik secara normatif, tetapi sebagai prinsip et ika
dakwah yang menekankan kelembutan, empat i, dan penghormatan terhadap
martabat manusia. Dalam konteks dakwah kontemporer, khususnya di ruang
publik dan media digital yang rentan terhadap ujaran kebencian dan
polarisasi, al-mau‘iẓah al-ḥasanah memiliki relevansi signifikan sebagai
pendekatan dakwah yang humanis, bertanggung jawab secara keilmuan, dan
berorientasi pada pembinaan kesadaran moral serta spiritual masyarakat.
Kata Kunci: Al-Mau‘iẓah al-Ḥasanah, QS. An-Naḥl Ayat 125,
Hermeneutik Paul Ricoeur, Dakwah Kontemporer, Etika Dakwah
Ketersediaan
| SK202620029.1 | 2x1 RAH k c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 RAH k c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
116 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 RAH k c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Fathiyya Rahmadiini
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






