ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
REKONSTRUKSI MAKNA EGALITARIANISME DALAM Q.S AL-HUJURAT AYAT 13: PERSPEKTIF TAFSIR MAQĀṢIDI
Latar belakang penelitian ini adalah maraknya fenomena hierarkis,
rasialisme, dan feodalisme di masyarakat yang sering kali dipicu oleh pemaknaan
tekstual yang sempit terhadap ayat Al-Qur’an. Fenomena tersebut membuat
masyarakat terjebak dalam pemikiran sempit, fanatisme buta, dan menutup ruangruang
berpikir
kritis
terhadap
tokoh-tokoh
yang
dianggap
lebih
mulia
dari
yang
lain.
Hal
tersebut juga melumpuhkan norma keadilan dalam syariat islam karena
menciptakan budaya pengkultusan terhadap individu yang merusak prinsip
kesetaraan. Q.S Al-Hujurat ayat 13 ini menjadi oase dalam kasus-kasus yang terjadi
tersebut, karena dalam ayat tersebut Allah SWT menekankan bahwa setiap insan
derajatnya adalah setara, hanya ketakwaan di sisinya-lah yang membedakan derajat
luhur tiap-tiap manusia. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika
penafsiran Q.S. Al-Hujurāt: 13 serta menjelaskan analisis maqasid terhadap ayat
tersebut terkait nilai kesetaraan (al-musawah).
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi
pustaka (library research). Pendekatan analisis yang digunakan adalah Tafsir
Maqasidi yang dirumuskan oleh Abdul Mustaqim. Sumber primer penelitian
meliputi teks ayat Al-Qur’an dan penafsiran para mufasir dari era klasik hingga
kontemporer, seperti At-Thabari, Ibnu Katsir, Al-Qurthubi, Wahbah Az-Zuhaili,
dan Quraish Shihab. Dalam penelitian ini penulis akan menggunakan metode
dokumentasi dengan membaca, menelaah, serta mempelajari buku-buku dan
literatur-literatur yang berhubungan dangan tema dan objek penelitian ini yaitu
Surah Al-Hujurat ayat 13. Adapun teori yang akan penulis gunakan dalam
penelitian ini adalah teori Tafsir Maqashidi Sekaligus menjadi pisau analisis dalam
penelitian ini.
Berdasarkan seluruh data dan analisa yang telah dilakukan, dapat digaris
bawahi bahwa terdapat dua bagian penting. Pertama, dinamika penafsiran terhadap
Q.S Al-Hujurat ayat 13 yang terdapat dalam penafsiran-penafsiran ulama-ulama
tafsir seperti Imam At-Thabari, Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, dan Prof. Dr. Quraisy
Shihab. Kedua, analisis Tafsir Maqashidi dalam ayat ini adalah Allah ingin
membebaskan manusia dari belenggu rasisme, dan fanatisme serta menegaskan
bahwa Allah maha adil tidak membedak-bedakan berdasarkan harta dan keturunan.
Kata Kunci: Egalitarianisme, Q.S. Al-Hujurāt: 13, Tafsir Maqasidi, Abdul
Mustaqim.
Ketersediaan
| SK202620024.1 | 2x1 GUN r c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 GUN r c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
94 hlm, 30 cm
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 GUN r c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Muhammad Mirda Riqi Gunarjati
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






