Image of KETENANGAN JIWA DALAM TAFSIR AL-IBRIZ: KAJIAN TERHADAP Q.S. AL-RA’D: 28 DAN Q.S. AL-SYU’ARA’: 88-89

ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR

KETENANGAN JIWA DALAM TAFSIR AL-IBRIZ: KAJIAN TERHADAP Q.S. AL-RA’D: 28 DAN Q.S. AL-SYU’ARA’: 88-89



Penelitian ini mengkaji penafsiran Q.S. al-Ra‘d:28 dan Q.S. al-Syu‘arā’:88–
89 dalam Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri Musthofa serta relevansinya terhadap
konsep ketenangan jiwa. Fenomena meningkatnya gangguan kesehatan mental,
seperti kecemasan, stres, dan kegelisahan batin, menunjukkan bahwa manusia
modern tidak hanya menghadapi persoalan psikologis, tetapi juga krisis spiritual.
Dalam konteks tersebut, Al-Qur’an menawarkan konsep ketenangan jiwa melalui
dzikir dan kebersihan hati. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran
Q.S. al-Ra’d:28 dan Q.S. al-Syu‘arā’:88–89 dalam Tafsir al-Ibrīz karya KH. Bisri
Musthofa serta menjelaskan konsep ketenangan jiwa yang terkandung di dalamnya.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode
dokumentasi terhadap sumber primer berupa Tafsir al-Ibrīz li Ma‘rifat Tafsīr alQur’ān

al-‘Azīz dan berbagai sumber sekunder yang relevan. Data dianalisis
menggunakan metode deskriptif-tematik dengan pendekatan hermeneutika
Friedrich Schleiermacher untuk memahami aspek gramatikal dan psikologis
penafsiran, serta didukung konsep tazkiyatun nafs Abu Hamid al-Ghazali untuk
menjelaskan dinamika ketenangan jiwa dalam Islam.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Q.S. al-Ra’d:28 dalam Tafsir al-Ibrīz
menegaskan bahwa ketenangan hati diperoleh melalui dzikir kepada Allah yang
dipahami sebagai kesadaran batin yang terus-menerus terhadap kehadiran-Nya.
Sementara itu, Q.S. al-Syu‘arā’:88–89 menjelaskan konsep qalbun salīm sebagai
hati yang bersih dari berbagai penyakit batin. Kedua ayat tersebut membentuk
konsep ketenangan jiwa yang utuh, yaitu dzikir sebagai proses menuju ketenangan
dan qalbun salīm sebagai tujuan akhir penyucian jiwa. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa Tafsir al-Ibrīz memiliki corak sufistik-etis yang menekankan pembinaan
batin dan moral secara aplikatif sehingga tetap relevan dalam memahami konsep
ketenangan jiwa.
Kata Kunci: Ketenangan Jiwa, Tafsir al-Ibrīz, Dzikir, Qalbun Salīm, Bisri
Musthofa


Ketersediaan

SK202620023.12x1 AFA k c.1PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1)Tersedia

Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
2x1 AFA k c.1
Penerbit Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta.,
Deskripsi Fisik
91 hlm, 30 cm
Bahasa
Bahasa Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
2x1 AFA k c.1
Tipe Isi
Text
Tipe Media
Text
Tipe Pembawa
Visual
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain


Lampiran Berkas


Akses Repositori Institusi

Jelajahi skripsi, tesis, dan karya ilmiah civitas dalam satu portal repositori.