ILMU AL QUR'AN DAN TAFSIR
BATAS DUA LAUT DALAM Q.S AL-FURQAN AYAT 53: Studi Komparatif Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al Ayatul Kauniyah Fil Qur’anil Karim Karya Zaghlul An-Najjar
Penelitian ini mengkaji penafsiran batas dua laut dalam Q.S. Al-Furqan ayat
53 melalui studi komparatif antara Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI dan Tafsir Al
Ayatul Kauniyah fil Qur’anil Karim karya Zaghlul An-Najjar. Fenomena batas dua
laut merupakan salah satu ayat kauniyah yang menarik untuk dikaji karena
berkaitan dengan penemuan ilmiah modern mengenai pertemuan dua massa air
yang memiliki karakteristik berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
penafsiran kedua tafsir terhadap ayat tersebut serta mengidentifikasi persamaan dan
perbedaan di antara keduanya.
Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan
pendekatan kualitatif deskriptif-komparatif. Data primer diperoleh dari Tafsir Ilmi
Kementerian Agama RI dan Tafsir Al Ayatul Kauniyah fil Qur’anil Karim,
sedangkan data sekunder berasal dari buku, jurnal, dan karya ilmiah yang relevan.
Analisis dilakukan melalui pengumpulan, reduksi, penyajian, dan penarikan
kesimpulan terhadap data yang diperoleh.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tafsir Ilmi Kementerian Agama RI
memaknai al-bahrain sebagai dua massa air yang berbeda karakteristik, sementara
barzakh dipahami sebagai sistem pemisah alami yang terbentuk akibat perbedaan
densitas, salinitas, temperatur, dan tekanan. Penafsiran ini didasarkan pada
pendekatan oseanografi modern yang mengintegrasikan wahyu dan sains sebagai
sarana memahami kebesaran Allah. Adapun Zaghlul An-Najjar menafsirkan albahrain
sebagai pertemuan air tawar dan air asin di muara sungai, sedangkan
barzakh dipahami sebagai hukum alam yang telah Allah tetapkan sejak awal
penciptaan bumi melalui proses geologi dan hidrologi.
Persamaan kedua tafsir terletak pada pemahaman bahwa barzakh berfungsi
sebagai pemisah antara air tawar dan air asin serta penggunaan pendekatan tafsir
ilmi. Perbedaannya terletak pada fokus kajian, di mana Tafsir Ilmi Kementerian
Agama RI lebih menekankan aspek oseanografi, sedangkan Zaghlul An-Najjar
lebih menonjolkan aspek geologi, hidrologi, dan kemukjizatan ilmiah Al-Qur’an.
Kata Kunci: Batas Dua Laut, Q.S Al-Furqan ayat 53 Kementerian Agama RI,
Zaghlul An-Najjar, Tafsir Ilmi
Ketersediaan
| SK202620021.1 | 2x1 DAR b c.1 | PERPUSTAKAAN FAKULTAS USHULUDDIN DAN DAKWAH (2x1) | Tersedia |
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
2x1 DAR b c.1
|
| Penerbit | Fakultas Ushuluddin dan Dakwah : Surakarta., 2026 |
| Deskripsi Fisik |
107 hlm, 30 cm.
|
| Bahasa |
Bahasa Indonesia
|
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
2x1 DAR b c.1
|
| Tipe Isi |
Text
|
| Tipe Media |
Text
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
Visual
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
Oni Darda
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






